Bekas Stafsus Jero Wacik Akui Diperintah Terima Uang Tambahan DOM

redaksi.co.id - Bekas Stafsus Jero Wacik Akui Diperintah Terima Uang Tambahan DOM Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, kembali menggelar sidang terdakwa bekas Menteri ESDM Jero...

8 0

redaksi.co.id – Bekas Stafsus Jero Wacik Akui Diperintah Terima Uang Tambahan DOM

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, kembali menggelar sidang terdakwa bekas Menteri ESDM Jero Wacik, Kamis (12/11/2015).

Hari ini Jaksa Penunut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) menghadirkan I Ketut Wiryadinata, mantan Staf Khusus Menteri ESDM dan Kemenbudpar saat Jero menjabat.

Dalam persidangan dirinya mengakui kerap diperintah menerima tambahan Dana Operasional Menteri (DOM) untuk mantan atasannya.

Wiryadinata yang menjadi staf khusus Menbudpar pada 2006-2011 dan Menteri ESDM periode 2011-2013 mengaku menerima dana tambahan DOM untuk Jero Wacik dengan bersaran yang bervariasi mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 200 juta dengan total akumulasi sekitar Rp 700 juta.

Padahal anggaran DOM untuk Menbudpar hanya sebesar Rp 120 juta, dan Menteri ESDM Rp 140 juta.

“Rp 10 juta di Kembudpar,” kata Wiryadinata dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Wiryadinata mengatakan, dirinya hanya menerima satu kali uang Rp 10 juta tersebut. Uang tersebut diberikan oleh TU Menbudpar saat itu, Siti. Setelah menerima, uang itu diberikan kepada langsung ke Jero.

Sedangkan saat menjadi stafsus Menteri ESDM, Wiryadinata mengaku 8 kali memberikan uang ke Jero yang sesarannya Rp 100 juta dan Rp 200 juta.

Uang itu sendiri berasal Asep Permana yang merupakan Staf Sekjen Kementerian ESDM, Mantan Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian ESDM Arif Indarto, Dwi Hardono, Didi Dwi Sutrisno Hadi.

Keempat orang itu memberikan uang ke Jero melalui Wiryadinata atas perintah Waryono Karno yang saat itu menjabat sebagai Sekjen Kementerian ESDM.

Jaksa KPK sempat mengkonfirmasi pemberian uang tahun 2013. Dimana pada saat itu Wiryadinata tak menampik menerima uang sebesar Rp 200 juta pada 4 Januari 2013 dan 26 Febuari.

Setelah uang diterima dari Asep Permana, kata Wiryadinata, dirinya langsung menyerahkan uang itu ke Jero Wacik. Penerimaan uang itu, kata Wiryadinata, juga disertai bukti tertulis yang juga ditandatanganinya.

“Iya dari Asep Permana saya sering menerima. Ia langsung hari itu juga (diberikan ke Jero),” kata Wiryadinata.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!