Partai San Suu Kyi Menangkan Kursi Mayoritas Parlemen

redaksi.co.id - Partai San Suu Kyi Menangkan Kursi Mayoritas Parlemen Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, telah memenangkan mayoritas...

31 0

redaksi.co.id – Partai San Suu Kyi Menangkan Kursi Mayoritas Parlemen

Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, telah memenangkan mayoritas kursi di parlemen nasional.

Sementara hasil lengkap dari perhitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2015 Myanmar akan keluar pada lalu, namun Komisi Pemilihan Union (UEC) Myanmar menunjukan bahwa NLD telah berhasil mencapai lebih dari 329 kursi di parlemen yang diperlukan untuk membentuk pemerintah baru.

Parlemen Myanmar terdiri dari Majelis Tinggi dan Majelis Rendah, dengan total 664 kursi.

Seperempat kursi tersebut dicadangkan untuk perwira militer, sementara sisanya yaitu 491 kursi untuk wakil rakyat terpilih.

UEC telah membatalkan tujuh wilayah konstituen atas alasan keamanan, maka total hanya 484 kursi yang diperebutkan dalam Pemilu Myanmar 2015.

Partai yang memperoleh suara mayoritas di Parlemen nantinya berhak milih Presiden yang diperkirakan berlangsung pada awal 2016, setelah parlemen baru mulai bersidang.

Tiga kandidat akan dicalonkan, satu dari Majelis Tinggi, satu dari Majelis Rendah, dan satu oleh perwakilan militer. Para kandidat tidak perlu menjadi anggota parlemen.

Parlemen kemudian akan memilih Presiden dari tiga kandidat tersebut.

Calon terpilih langsung ditetapkan menjadi Presiden, sementara sisanya menjadi Wakil presiden.

Dengan peroleh kursi mayoritas di parlemen, maka NLD memiliki cukup suara untuk memastikan bahwa calon yang mereka sukai menjadi Presiden.

Dalam sebuah wawancara dengan Channel NewsAsia, Aung San Suu Kyi mengatakan bahwa dirinya akan menjadi pihak yang memberikan arahan kepada Presiden Myanmar mendatang.

“Dia harus memahami hal ini dengan baik, bahwa dia tidak akan memiliki otoritas, bahwa ia akan bertindak sesuai dengan keputusan partai,” katanya.

Suu Kyi telah dilarang naik ke kursi kepresidenan oleh konstitusi militer yang disusun untuk mencegah individu warga Myanmar yang memiliki pasangan atau anak yang memiliki kewarganegaraan asing menjadi presiden.

Almarhum suaminya dan dua anaknya berkewarganegaraan Inggris.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!