Obama Ucapkan Selamat ke Aung San Suu Kyi

redaksi.co.id - Obama Ucapkan Selamat ke Aung San Suu Kyi Partai Suu Kyi berada di ambang kemenangan berdasarkan perhitungan suara Kamis (12/11/2015).Gedung Putih mengatakan melalui sambungan...

16 0

redaksi.co.id – Obama Ucapkan Selamat ke Aung San Suu Kyi

Partai Suu Kyi berada di ambang kemenangan berdasarkan perhitungan suara Kamis (12/11/2015).

Gedung Putih mengatakan melalui sambungan telepon Rabu (11/12/2015) malam waktu AS, Obama menyampaikan ucapan selamatnya.

Obama juga memuji perjuangan Suu Kyi selama ini yang tak kenal lelah berkorban untuk kedamaian, dan demokrasi Myanmar.

Selain itu, Obama juga berbicara tentang pentingnya semua pihak menghormati hasil pemilihan Umum saat diumumkan di Myanmar.

Hampir setengah kursi Parlemen Myanmar telah dikuasi Partai oposisi Myanmar yang dipimpin oleh pimpinan pro-demokrasi Aung San Suu Kyi.

Hal itu tercatat dalam hasil perhitungan Pemilihan Umum Myanmar.

Komisi pemilihan umum (KPU) Myanmar sejauh ini telah menentukan 359 atau 72 persen kursi yang diperebutkan dalam pemilu Minggu (08/11/2015) lalu.

Liga Nasional Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi telah memenangkan 291 kursi.

Partai ini memerlukan 42 kursi lagi guna mencapai 333 kursi, yaitu jumlah mayoritas di gabungan kedua majelis parlemen.

Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan yang didukung militer telah memenangkan 33 kursi.

Kemarin, Rabu (11/11/2015), Presiden Myanmar Thein Sein mengeluarkan pernyataan memberi selamat kepada NLD atas keunggulannya.

Dia menjanjikan peralihan kekuasaan yang damai sesuai hasil pemilu.

Presiden, kepala militer dan ketua parlemen telah menerima undangan Aung San Suu Kyi guna bertemu untuk membicarakan rekonsiliasi nasional setelah hasil pemilu diumumkan secara resmi secepatnya pekan depan.

Parlemen baru guna memilih presiden baru akan bersidang setelah masa persidangan sekarang berakhir di akhir bulan Januari.

Sebuah pemerintahan baru diperkirakan akan dilantik pada awal April.

Jika tidak ada kekacauan atas hasil pemilu, Myanmar tampaknya akan memiliki pemerintahan demokratis setelah lebih dari 50 tahun di bawah kekuasaan militer.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!