Dewan Eropa Sebut Kesepakatan Renegosiasi Uni Eropa-Inggris Sangat Sulit

redaksi.co.id - Dewan Eropa Sebut Kesepakatan Renegosiasi Uni Eropa-Inggris Sangat Sulit MALTA -- Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan, pencapaian kesepakatan renegosiasi tujuan Inggris dengan Uni...

9 0

redaksi.co.id – Dewan Eropa Sebut Kesepakatan Renegosiasi Uni Eropa-Inggris Sangat Sulit

MALTA — Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan, pencapaian kesepakatan renegosiasi tujuan Inggris dengan Uni Eropa akan sangat sulit.

Dalam komentar pertamanya sejak perdana menteri Inggris David Cameron menulis surat kepadanya menetapkan tujuan renegosiasi reformasi Uni Eropa, Tusk mengatakan, tidak ada jaminan kesepakatan akan dicapai hingga pada Desember. Presiden Dewan Eropa mengatakan kemungkinan kesepakatan pada tuntutan Inggris pada saat para pemimpin Uni Eropa berikutnya bertemu pada pertemuan puncak dalam waktu satu bulan tidaklah tinggi.

“Saya harus mengatakan bahwa itu akan benar-benar sulit untuk menemukan kesepakatan,” kata presiden Dewan Eropa disela-sela menghadiri konferensi tingkat tinggi darurat Uni Eropa, seperti dikutip dari laman BBC, Jumat (13/11).

Pembicaraan negara-negara lain akan mulai pekan depan. Dia menambahkan, permintaan Inggris sulit dan tidak ada jaminan kesepakatan ini dapat dicapai Desember. Pembicaraan negara-negara lain akan mulai pekan depan. Sebelumnya, Cameron menetapkan tekanan dari para pemimpin Uni Eropa lainnya dan menetapkan empat tuntutan utama Inggris dalam negosiasi pada Selasa (10/11).

Dalam suratnya, Cameron mengatakan empat tujuan renegosiasi Inggris. Pertama, perlindungan pasar tunggal untuk Inggris dan negara-negara non-euro lainnya.

Kedua, meningkatkan daya saing dengan menetapkan target untuk pengurangan beban. Ketiga, Membebaskan Inggris dari serikat lebih dekat dan memperkuat parlemen nasional. Keempat, membatasi akses migran Uni Eropa untuk manfaat-kerja seperti kredit pajak.

“Jika tuntutan dipenuhi, saya siap untuk berkampanye dengan segenap hati dan jiwa saya untuk menjaga Inggris di dalam reformasi Uni Eropa,” ujarnya.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!