Sepuluh Tahun Sekali, Malam Ini Jadi Puncak Hujan Meteor Taurid

redaksi.co.id - Sepuluh Tahun Sekali, Malam Ini Jadi Puncak Hujan Meteor Taurid Saat ini bumi sedang dilewati ekor komet Encke yang menghasilkan hujan meteor Taurid. Dilansir...

23 0

redaksi.co.id – Sepuluh Tahun Sekali, Malam Ini Jadi Puncak Hujan Meteor Taurid

Saat ini bumi sedang dilewati ekor komet Encke yang menghasilkan hujan meteor Taurid. Dilansir dari laman Science Alert, Badan Antariksa AS (NASA) mengatakan waktu terbaik untuk melihat Taurid adalah tengah malam hingga 03 EST waktu setempat. Hujan meteor Taurid terjadi 10 tahun sekali.

Terakhir, hujan metoer ini muncul pada tahun 2005. Bola api ini setidaknya akan seterang planet Venus yang merupakan objkr paling terang di langit malam. Sebuah bola api tunggal bisa menyala sebentar, dan ini adalah meteor yang paling menarik untuk ditonton.

Keberadaan Taurid mungkin intensitasnya tidak tinggi, tapi akan sangat cerah. Hujan meteror ini mencapai puncaknya di Australia. Meteor ini bisa terlihat dari Australia di arah timur laut.

Cara terbaik untuk menyaksikan hujan meteor adalah menjauhkan diri dari lampu-lampu kota. Tidak ada alat khusus yang perlu digunakan untuk menyaksikan hujan meteor ini.

Hujan meteor terjadi ketika bumi dilintasi debu komet. Debu-debu itu bertabrakan dengan planet dan ditarik menuju pusat bumi melalui gravitasi dan terbakar di atmosfer. Dibandingkan dengan hujan meteror lainnya, meteor Taurid relatif lamban.

Hujan meteor taurid merupakan hasil tabrakan komet Enke dengan bumi dalam kecepatan 105 ribu km per jam. Kecepatan ini hampir separuh dari kecepatan komet yang mengakibatkan hujan meteor Perseid. Hujan meteor Perseid dihasilkan dari tabrakan komet dengan kecepatan 215 ribu km per jam.

Karena bergerak dengan kecepatan lambat, meteor ini mudah disaksikan dengan mata letanjang. Sebagian besar metor kemungkinan akan muncul dari arah konstelasi taurus yakni di belahan bumi bagian selatan Australia.

Namun, NASA menhuga hujan metor tahun ini akan monoton. Sebab, puncak hujan metor yang diprediksi Rabu malam (11/11), bersamaan dengan bulan baru.

Jadi, tidak ada cahaya bulan yang lebih bersinar. Pengamat pemperkirakan langit akan gelap. Pada puncaknya, NASA memperkirakan 7-10 meteor akan muncul tiap jam.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!