Sentimen Eksternal Seret Rupiah Sempat Sentuh 13.751 per Dolar AS

redaksi.co.id - Sentimen Eksternal Seret Rupiah Sempat Sentuh 13.751 per Dolar AS Mengawali pekan ini, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang dipicu...

17 0

redaksi.co.id – Sentimen Eksternal Seret Rupiah Sempat Sentuh 13.751 per Dolar AS

Mengawali pekan ini, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang dipicu dari sentimen eksternal terutama Eropa.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (16/11/2015), rupiah dibuka melemah 31 poin dari penutupan perdagangan Jumat 13 November 2015 di level 13.685 per dolar AS. Rupiah sempat sentuh level 13.751 per dolar AS. Pada Senin pagi ini, rupiah berada di kisaran 13.705-13.770 per dolar AS.

Sementara itu, Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah melemah 99 poin menjadi 13,732 per dolar AS dari posisi Jumat 13 November 2015 di level 13.633 per dolar AS.

Sejumlah analis menilai pelemahan rupiah terjadi di awal pekan ini lantaran dari sentimen global. Ekonom PT Bank Danamon Tbk Dian Ayu menuturkan, serangan teror Paris cukup mempengaruhi pasar uang terutama euro melemah.

Hal itu dinilai berimbas negatif ke rupiah. Euro turun 0,5 persen menjadi US$ 1.0715. Sementara itu, indeks dolar AS cenderung naik 0,1 persen menjadi 99,08 terhadap enam mata uang utama lainnya.

“Pelemahan rupiah lebih karena sentimen global. Hal itu lantaran euro agak negatif sehingga berimbas ke rupiah. Padahal dari dalam negeri cenderung positif. Neraca transaksi berjalan membaik (1,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto). Jadi dari sisi fundamental cukup bagus,” kata Dian saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, permintaan dolar AS meningkat juga turut menekan rupiah. Pelemahan rupiah ini dinilai masih wajar. Analis pasar uang PT Bank Woori Saudara Tbk, Rully Nova mengatakan rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS juga masih mempengaruhi pasar. Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak di kisaran 13.600-13.650 per dolar AS pada hari ini. (Ahm/Igw)

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!