KPI Tegur Infotainment yang Tayangkan Berita Inul Punya Anak Haram

redaksi.co.id - KPI Tegur Infotainment yang Tayangkan Berita Inul Punya Anak Haram INUL Daratista meradang terkait status anaknya, Yusuf Ivander.Seorang pria bernama Andar Situmorang, mengklaim bahwa...

18 0

redaksi.co.id – KPI Tegur Infotainment yang Tayangkan Berita Inul Punya Anak Haram

INUL Daratista meradang terkait status anaknya, Yusuf Ivander.

Seorang pria bernama Andar Situmorang, mengklaim bahwa Yusuf adalah buah cinta Inul dari pernikahan siri dengan seorang pria Korea.

Andar mengatakan hal tersebut di sebuah infotainment.

Merasa difitnah, Inul lantas mengadukan hal ini ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat juga ke Polda Metro Jaya.

Menanggapi aduan Inul, KPI pun menjatuhkan teguran tertulis untuk Selebrita Trans 7 yang menayangkan wawancara Andar. KPI menganggap tayangan dalam Selebrita Siang 2 November itu merupakan pelanggaran. Seperti dituangkan dalam deskripsi pelanggaran, surat nomor 1673/K/KPI/11/15.

Program tersebut menayangkan berita Inul Daratista yang tidak memiliki saham pada usaha karaokenya dan rumor bahwa pria berkebangsaan Korea Selatan adalah suami Inul sendiri.

Terdapat wawancara dengan Andar Situmorang yang memuat perkataan “Inul itu tidak punya apa-apa di karaoke Manado. jadi dia ke sana melakukan pencitraan. Dia melakukan pencitraan di atas duka orang lain dengan bermuka-muka sedih, mengelabui. Saya nggak ada surat nggak ada ini, ini suaminya Inul (sambil menunjuk foto Kim Soung Min). berani tes DNA anaknya? lu ke sana adalah berduka politik. Karena apa? Menutupi maling“.

KPI Pusat menilai bahwa muatan-muatan tersebut sangat tidak pantas dan tidaklayak untuk ditayangkan karena menyinggung permasalahan privasi seseorang sehingga dapat merusak reputasi objek yang diberitakan serta dapat menimbulkan ketidaknyamananbaik terhadap yang diberitakan.

Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas norma kesopanan, penghormatan terhadap hak privasi, serta perlindungan anak-anak dan remaja.

Bagi Selebrita Siang, ini merupakan Teguran Tertulis Kedua karena sebelumnya pernah melakukan pelanggaran pada 23 Februari 2015.

KPI akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap program ini. Jika masih terjadi pelanggaran, KPI akan meningkatkan sanksi yang lebih berat sesuai dengan UU Penyiaran.

(ray/gur)

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!