Tunggakan listrik masyarakat Jayapura capai Rp 28 miliar

redaksi.co.id - Tunggakan listrik masyarakat Jayapura capai Rp 28 miliar Manager PLN Area Jayapura, Mery Law mengungkapkan sampai saat ini jumlah tunggakan rekening listrik pelanggan di...

22 0

redaksi.co.id – Tunggakan listrik masyarakat Jayapura capai Rp 28 miliar

Manager PLN Area Jayapura, Mery Law mengungkapkan sampai saat ini jumlah tunggakan rekening listrik pelanggan di wilayah Jayapura, Papua, mencapai Rp 28 miliar.

“Untuk area Jayapura, tunggakan setiap bulan bukannya menurun tapi tetap, bahkan naik. Posisi terakhir Rp 28 miliar, itu bulan lalu. Jadi dengan rekening bulan berjalan kami harus mengejar Rp 64 miliar dalam November dan Desember,” ujarnya seperti dilansir Antara Jayapura, Minggu (15/11).

Tunggakan rekening listrik selama ini memang menjadi salah satu prioritas PLN di Jayapura. “Ini salah satu primadona area Jayapura, kami ini yang dipercayakan agar mengatur, mengelola, dan ‘memanage’ dengan baik agar tunggakan yang ada semakin kecil dan susut, selain juga jangan terjadi kasus kwh yang hilang,” ucapnya.

Menjelang akhir 2015, PLN area Jayapura berjanji akan mencoba semaksimal mungkin untuk menurunkan angka tunggakan rekening listrik, terutama yang berasal dari rumah-rumah anggota TNI dan Polri.

“Kami harus menurunkan tunggakan yang diukur dengan hari, jadi kami targetkan dalam 37 hari seluruh jenis tarif dari umum, TNI dan Polri, lalu dari vertical otonom maupun BUMN bisa turun,” ucap Mery.

Sebelumnya Merry sempat mengungkapkan, saat ini kondisi kelistrikan di Jayapura mengalami defisit hingga 10 MW, hingga menyebabkan seringnya terjadi pemadaman bergilir.

“Untuk kondisi pasokan listrik dari awal November Jayapura mengalami kendala, yaitu ada pemeliharaan unit mesin pembangkit diesel dan juga gangguan transmisi 70 KV untuk menyuplai listrik dari PLTA Genyem,” ujarnya.

Dia mengakui, PLN sulit memenuhi permintaan daya dari konsumen sehingga ketika terjadi gangguan dalam sistem kelistrikan, pihaknya terpaksa melakukan pemadaman untuk melakukan perbaikan.

“Sampai dengan tadi malam masih dilakukan pemadaman bergilir di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Keerom. Memang kondisi ini tidak terelakan karena kebutuhan terus meningkat. Apa lagi tiap tahun pembangunan terus bertambah sehingga kebutuhan listrik pun meningkat,” ucap dia.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!