Pengamat: Jika Setya Novanto Punya Etika Politik Harusnya Non Aktif

redaksi.co.id - Pengamat: Jika Setya Novanto Punya Etika Politik Harusnya Non Aktif Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai seharusnya Setya Novanto...

30 0

redaksi.co.id – Pengamat: Jika Setya Novanto Punya Etika Politik Harusnya Non Aktif

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai seharusnya Setya Novanto menonaktifkan dirinya dari jabatan Ketua DPR.

“Jika SN (Setya Novanto) punya etika politik harusnya menonaktifkan dirinya sebagai ketua DPR sampai penelitian MKD tuntas,” ujar Fabby kepada Tribun, Selasa (17/11/2015).

Majelis Kehormatan Dewan (MKD) terbuka menyelidiki pelaporan Menteri ESDM Sudirman Said.

Sudirman melaporkan Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto terkait dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden soal Freeport.

“Saya kira langkah Menteri Sudirman Said melaporkan SN ke MKD merupakan langkah yang tepat. Tugas MKD menelisik apakah SN melanggar kode etik DPR,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo tidak mau ikut campur dengan isu pencatutan namanya dalam perpanjangan kontrak kerjasama PT Freeport Indonesia.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, Presiden menyerahkan sepenuhnya kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (DPR) yang sudah menerima laporan rumor tersebut.

“Karena ranahnya sekarang ini sudah dilaporkan secara resmi di MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan), maka MKD diminta untuk menyelesaikan ini sebaik-baiknya. Karena itu sudah menjadi kewenangan MKD,” ujar Pramono di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/11/2015).

Terkait apakah Presiden akan membawa rumor ini ke ranah hukum, Pramono sekali lagi menegaskan bahwa Presiden tidak ingin mencampuri persoalan yang kini sudah sampai ke MKD.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan kepada pihak DPR yang menangani Setya Novanto.

JK mengaku tidak ingin pusing memikirkan lagi masalah pencatutan nama demi saham Freeport.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!