AS dan China Adu Strategi Dagang di Panggung APEC 2015

redaksi.co.id - AS dan China Adu Strategi Dagang di Panggung APEC 2015 Para anggota perintis TPP yaitu AS dan Jepang telah mencapai kesepakatan perdagangan bulan lalu....

9 0

redaksi.co.id – AS dan China Adu Strategi Dagang di Panggung APEC 2015

Para anggota perintis TPP yaitu AS dan Jepang telah mencapai kesepakatan perdagangan bulan lalu. Namun, kesepakatan yang kemungkinan akan dijalankan mulai 2017 tersebut tidak diikuti China.

Dalam pertemuan dengan para pimpinan APEC lain, Obama mengatakan, TPP merupakan jantung dari berbagai visi berbeda demi masa depan kawasan Asia Pasifik yang dinamis.

“Ini merupakan kesepakatan perdagangan paling progresif dengan standar paling tinggi yang pernah dinegosiasikan,” ujar Obama.

Orang nomor satu AS tersebut juga mengatakan, kesepakatan itu akan membuka pasar-pasar baru bagi AS dan melindungi lingkungan serta tenaga kerja. Itu juga dapat mencegah China menentukan aturan perdagangan yang kurang menguntungkan.

Sebaliknya, China meminta para pimpinan negara Asia Pasifik untuk tetap bersama mendorong kawasan perdagangan bebas Asia Pasifik atau Free Trade Area of Asia Pacific (FTAAP). Pasalnya, zona perdagangan bebas tersebut telah menjadi agenda APEC selama bertahun-tahun dan juga telah mendapat dukungan dari AS.

Pihaknya, menyayangkan AS yang justru mendorong TPP dibandingkan FTAAP. Xi menggambarkan zona perdagangan TPP hanya sebagai jaringan pengaman di antara negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi cepat di kawasan tersebut.

“Dengan aneka perjanjian perdagangan regional baru yang terus bermunculan, ada kekhawatiran mengenai potensi fragmentasi,” tutur Xi.

Dengan begitu, Xi menegaskan, sebaiknya APEC tetap mendorong terwujudnya FTAAP dan berintegrasi secara ekonomi ke depan. Saat ini, FTAAP masih berada di bawah kajian para anggota APEC.

Dengan visi yang berbeda mengenai perdagangan di kawasan Asia Pasifik, para analis mengatakan, China memiliki strategi ekonomi global yang lebih jelas dibandingkan AS. Indonesia, misalnya, saat ini menjadi salah satu negara yang fokus menarik aliran dana investasi dari China. (Sis/Zul)

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!