Yamaha Minta MotoGP Ubah Aturan

209

redaksi.co.id – Yamaha Minta MotoGP Ubah Aturan

Manajer Tim Movistar Yamaha, Lin Jarvis, meminta federasi balap motor dunia, FIM, dan promotor MotoGP, Dorna, mengubah sejumlah aturan untuk musim depan.

Menurut dia, perubahan peraturan itu diperlukan untuk meredakan tensi antara pembalap mereka Valentino Rossi dengan pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez.

“Dalam tiga pekan terakhir, semua pembalap, tim, kru, berada dalam tekanan: sebuah insiden kecil telah meluas secara dramatis. Karena itu, sangat penting bari Dorna dan FIM untuk meninjau ulang dan menganalisis apa yang terjadi dan membuat sejumlah perubahan yang diperlukan,” ujar Jarvis kepada harian Italia, Gazzeta dello Sport , Rabu 18 November kemarin.

Jarvis tak memperjelas perubahan seperti apa yang harus dilakukan oleh FIM dan Dorna. Namun, menurut dia, kedua pemangku kepentingan itu sebaiknya memanggil semua pihak untuk berdiskusi soal apa yang terjadi pada MotoGP 2015.

“Jika musim tahun depan dimulai tanpa ada solusi, tanpa ada diskusi yang cukup, maka semuanya akan sangat sulit,” lanjutnya.

Hubungan Marquez dan Valentino Rossi memang terus memburuk. Konflik keduanya bermula beberapa hari sebelum seri MotoGp Malaysia digelar. Rossi menuding Marquez sengaja menahannya berada di belakang pembalap Ducatti, Andrea Ianonne, saat balapan di seri MotoGP Australia sepekan sebelumnya.

Hal itu dilakukan Marquez agar jarak antara Rossi dengan rekan setim sekaligus rival terberatnya di klasemen pembalap berkurang. Rossi saat itu unggul 21 poin dari Lorenzo dengan tiga balapan tersisa.

Tudingan itu membuat balapan di Malaysia panas. Selepas start, Marquez seperti sengaja memberikan jalan kepada Lorenzo dan memilih berduel dengan Rossi untuk memperebutkan posisi ketiga.

Aksi saling salip terjadi diantara keduanya dan tak jarang hampir saling bersentuhan. Puncaknya Rossi menggiring Marquez keluar lintasan. Marquez yang mencoba keluar dari jebakan Rossi itu memacu kendaraannya dan menyentuhkan helmnya ke kaki Rossi.

Reflek, juara dunia sembilan kali itu mendorong Marquez hingga terjatuh. Insiden ini membuat Rossi mendaparkan hukuman start di posisi paling buncit di balap terakhir.

Di seri terakhir MotoGP Valencia tiga pekan lalu, Rossi menuding Marquez sengaja membiarkan rekan setim sekaligus rival terberatnya, Jorge Lorenzo, menang.

Hasil itu membuat Rossi yang hanya finish di posisi keempat kehilangan gelar juara dengan hanya 5 poin saja di klasemen akhir. MOTORSPORT|FEBRIYAN

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

loading...

Comments

comments!