Scholes Sindir Tajam, Van Gaal Jawab Bangga

redaksi.co.id - Scholes Sindir Tajam, Van Gaal Jawab Bangga Seminggu terakhir ini menjadi saat-saat yang penuh warna bagi penggemar Manchester United. Legenda klub itu, Paul Scholes,...

30 0

redaksi.co.id – Scholes Sindir Tajam, Van Gaal Jawab Bangga

Seminggu terakhir ini menjadi saat-saat yang penuh warna bagi penggemar Manchester United. Legenda klub itu, Paul Scholes, dan pelatih klub, Louis van Gaal, saling berbalas kata-kata sindiran di media massa.

Awalnya Scholes, yang pada Ahad lalu, 15 November, kembali mengungkapkan kritikannya atas permainan Manchester United di bawah Van Gaal.

Ia tetap berprinsip bahwa Setan Merah di bawah pelatih asal Belanda itu telah kehilangan jiwanya karena kini tekesan lebih mengandalkan permainan bertahan.

“Ada omongan soal filosofi, sebuah proses,” kata Scholes. “Manchester United tak butuh filosofi. Para suporter ingin melihat sepak bola menyerang dan gol-itulah gaya Manchester United.”

Van Gaal mulai bertugas di Old Trafford pada musim lalu, setelah sukses membawa timnas Belanda merebut posisi ketiga di Piala Dunia 2014.

“Ini bukanlah 13 bulan yang hebat,” kata Scholes.

Tapi, ia buru-buru melempar kalimat yang bisa membuat Van Gaal jengkel. “Tapi, saya tak mau bicara terlalu banyak karena Louis bisa saja mendengarkan.”

Nah, kalimat terakhir itu ternyata memang menohok hati Van Gaal. Buktinya, saat menjawab kritikan itu, Rabu lalu, pelatih asal Belanda itu menggunakan kalimat yang lebih kurang bernada sama.

Van Gaal menjawab kritikan itu dengan menegaskan bahwa bermain menyerang dan kreatif ada dalam DNA-nya. Ia pun lantas menunjuk kesuksesannya pada masa lalu, saat menangani Ajax Amsterdam.

Kala itu, berbekal permainan menyerang, ia merebut tiga gelar juara Eredivisie dan Liga Champions antara 1991 dan 1997. Pelatih 64 tahun ini mengaku membeli Finidi George dengan uangnya sendiri dan kemudian menemukan banyak pemain berbakat Belanda lewat inisiatif yang dilakukannya.

“Kami tak punya uang karena hampir bangkrut, jadi saya harus berpaling pada pemain muda,” ujarnya. Van Gaal menyebutkan Jari Litmanen, pemain Finlandia, dibeli seharga 10 ribu pound sterling. Finidi George, dari Nigeria, ia beli dengan uang sendiri seharga 3.000 pound.

“Kemudian kami membeli Marc Overmars,” ucapnya.

“Tapi nama yang mungkin kalian ingat adalah (Clarence) Seedorf, (Patrick) Kluivert, dan (Michael) Reiziger.”

Saat itu Ajax pun meraih kesuksesan. “Kami memenangi segalanya dengan sepak bola menyerang,” ucapnya.

Di akhir komentarnya ia pun melempar kalimat yang serupa dengan lontaran Scholes. “Saya tak mau terlalu banyak mengatakan hal ini karena takut Tuan Scholes akan sangat marah.” ESPN | SOCCERWAY | NURDIN

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!