Surat Tagihan Setya Novanto Dinilai Ganggu Kinerja Pertamina

redaksi.co.id - Surat Tagihan Setya Novanto Dinilai Ganggu Kinerja Pertamina PT Pertamina (persero) mendapat gangguan. Kali ini Pertamina harus berurusan dengan beredarnya surat tagihan dari Ketua...

42 0

redaksi.co.id – Surat Tagihan Setya Novanto Dinilai Ganggu Kinerja Pertamina

PT Pertamina (persero) mendapat gangguan. Kali ini Pertamina harus berurusan dengan beredarnya surat tagihan dari Ketua DPR RI Setya Novanto kepada perseroan terkait tunggakan sewa gudang penyimpanan BBM.

Menurut Pengamat BUMN Universitas Indonesia Toto Pranoto, Pertamina menjadi terganggu akibat masalah yang berada di luar ranah bisnisnya.

Toto melihat perseroan menjadi tidak profesional akibat beredarnya surat dari Setya Novanto.

Harus dihentikan. Karena gangguan-gangguan seperti itu akan membuyarkan konsentrasi Pertamina,” ujar Toto dihubungi wartawan, Kamis (19/11/2015).

Menurut Toto ada indikasi Pertamina akan diseret ke dalam lingkaran politik.

Hal itu kata Toto bisa menimbulkan kerugian, karena perseroan harus menghadapi banyak tantangan dan pekerjaan di antaranya, persiapan agar bisa bersaing dengan pasar global, serta anjloknya harga minyak dan gas.

Pertamina saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan agar bisa survive. Eh kok sekarang ditambah lagi dengan persoalan-persoalan politik semacam itu,” papar Toto.

Toto menjelaskan, sebagai entitas bisnis, Pertamina memang sebaiknya dibiarkan bekerja secara profesional.

Apalagi, selayaknya BUMN, Pertamina juga merupakan motor penggerak ekonomi, sehingga harus diperlakukan dan dikondisikan agar bisa bekerja secara optimal.

Hal ini penting, terlebih Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) awala 2016, di mana kondisi persaingan semakin terbuka.

Kalau BUMN terus menjadi objek permainan politik, kita tidak akan bisa bersaing. Kapan kita bisa maju? katanya.

Sebelumnya diberitakan tribunnews.com, beredar surat tertanggal 17 Oktober 2015 dari Setya Novanto kepada Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soejipto.

Dalam surat tersebut, Setya menagih pembayaran kepada PT Pertamina terkait biaya penyimpanan bahan bakar Minyak (BBM) yang disimpan oleh PT Orbit Terminal Merak (OTM).

Pada surat tersebut, Setya Novanto menyebutkan nama mantan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya yang sudah berjanji membayar tagihan tersebut.

Sesuai dengan pembicaraan terdahulu dan informasi dari bapak Hanung Budya Direktur Pemasaran dan Niaga, sekiranya kami dapat dibantu mengenai addendum perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan dan penyerahan Bahan Bakar Minyak di Terminal Bahan Bakar Minyak antara PT Pertamina (persero) dengan PT Orbit Terminal Merak yang sudah bapak terima beberapa minggu lalu,” isi surat Setya Novanto kepada Pertamina.

Sementara itu PT Pertamina (persero) membenarkan ada surat dari Ketua DPR RI Setya Novanto, yang berisi tagihan pembayaran penyimpanan BBM oleh PT Orbit Terminal Merak (OTM).

“Ada suratnya,” ujar Vice President Corporate Communication Wianda Pusponegoro.

Wianda memaparkan surat yang dilampirkan kepada Pertamina pada 17 Oktober. Namun Wianda menilai surat tersebut akan masuk pada 19 Oktober.

“Kalau tertulis di surat sih 17 Oktober, mungkin butuh waktu tanggal 19 Oktober baru diterima,” ungkap Wianda.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!