9 Momen Terbaik Raul Gonzalez

redaksi.co.id - 9 Momen Terbaik Raul Gonzalez Pangeran Bernabeu, julukan beken yang melekat pada diri Raul Gonzalez. Menggeluti karir sebagai pesepak bola profesional, karir Raul baru...

19 0

redaksi.co.id – 9 Momen Terbaik Raul Gonzalez

Pangeran Bernabeu, julukan beken yang melekat pada diri Raul Gonzalez. Menggeluti karir sebagai pesepak bola profesional, karir Raul baru berakhir saat ia berumur 38 tahun dan sang ikon sepak bola Eropa serta dunia itu, mengakhiri karirnya di klub peserta North American Soccer League (NASL), New York Cosmos.

Karier Raul ditutup dengan raihan trofi Soccer Bowl 2015, dan satu lagi para penggila sepak bola sejati kehilangan sosok terkenal di era 90-an. Raul tak hanya sosok yang dielu-elukan oleh publik Santiago Bernabeu, Real Madrid, tempat ia besar dan mempopulerkan namanya. Namun juga oleh seluruh supporter di seluruh dunia.

Banyak momen yang telah diukir Raul sepanjang kariernya, dan beberapa momen itu merupakan momen terbaik eks penyerang Timnas Spanyol itu

Berikut ini adalah sembilan momen terbaik sepanjang karier legenda Real Madrid, Raul Gonzalez.

9. Trofi Champions League Pertama

Madrid sebelumnya telah meraih enam trofi Champions League, namun Raul yang baru bermain di tim senior dari 1994, mempersembahkan trofi Champions League pertamanya pada musim 1997/98.

Madrid kala itu menang 1-0 dari Juventus di Amsterdam via gol tunggal Predrag Mijatovic, dan mengakhiri 32 tahun penantian trofi Champions League. Raul saat itu bermain selama 90 menit sebelum akhirnya diganti Jose Emilio Amavisca.

8. Borong Dua Gol di Old Trafford

Fans Manchester United takkan pernah melupakan performa gemilang Raul, saat United jumpa Madrid di leg kedua perempat final Champions League 2000 yang berlangsung di Old Trafford.

Raul hanya butuh waktu tiga menit untuk mencetak dua gol ke gawang Setan Merah, merebut tiket ke semifinal dan di final, Madrid kembali menjadi juara usai mengalahkan Valencia.

Dua gol Raul menjadi momen yang dikenang, karena Madrid melangkah setelah melewati keangkeran Old Trafford. Apalagi United juga di tahun sebelumnya mencatatkan sejarah treble winner.

7. Gol Telat Penentu Kemenangan Pada 1998

Di ajang Intercontinental Cup 1998 yang kini berganti menjadi FIFA Club World Cup, Madrid harus bermain dengan juara Copa Libertadores, Vasco de Gama di Jepang.

Skor masih sama kuat 1-1, sebelum akhirnya Raul memperlihatkan kualitas yang dimilikinya, dengan aksi individu melewati beberapa bek, sebelum akhirnya menceploskan si kulit bundar. Madrid menang 2-1 dan Raul terpilih menjadi man of the match laga tersebut.

6. Akhiri Penantian Tiga Tahun Tanpa Trofi

Untuk klub sekaliber Madrid, puasa gelar lebih dari semusim masuk kategori krisis. Hal itu pernah terjadi setelah musim 2002/03, di mana Madrid puasa tiga musim, sebelum akhirnya merebut titel La Liga pada 2006/07.

Di bawah arahan Fabio Capello yang hanya semusim menangani Madrid, Raul menjadi top skor dengan 23 gol dan mengapteni Madrid meraig titel La Liga. Oase di tengah gurun pasir, karena Madrid saat itu tak banyak meraih kesuksesan di banyak kompetisi.

5. Cetak Gol Pertama, Memenangi Final Ikonik Champions League 2002

Saat mengenang final Champions League 2002, hanya gol spektakuler Zinedine Zidane yang dikenal dalam sejarah sepak bola Eropa dan dunia hingga saat ini. Salah satu gol terbaik Champions League sepanjang masa.

Namun sebelum Zidane mencetak gol penentu kemenangan menjadi 2-1 atas Bayer Leverkusen, Raul mencetak gol pertama dan meraih titel Champions League terakhir bersama Madrid.

Pada malam itu juga, Raul membuktikan bahwa ia salah satu pemain terbaik Champions League dengan raihan tiga titel Champions League.

4. Salah Satu Pencetak Gol Terbanyak Champions League

Raul telah menyejajarkan dirinya sebagai salah satu penyerang dengan raihan gol tertinggi di Champions League, dan kian menggenapkan koleksi golnya melewati Filippo Inzaghi, pada 2008 melawan Zenit Saint Petersburg.

Raul mencetak dua gol kala itu, dan ia telah mencetak total 71 gol dan 15 assist dari 142 penampilannya di Champons League.

3. Lewati Raihan Gol Alfredo di Stefano

Numancia, menjadi lawan yang akan selalu dikenang Raul, karena ia melewati raihan 308 gol Alfredo di Stefano, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Madrid kala menjebol gawang Numancia pada 2009.

Dan beberapa pekan sebelumnya, Raul juga menyejajarkan dirinya sebagai salah satu pemain yang mencatatkan 500 penampilan di La Liga.

Hingga saat ini, nama Raul terus dikenang karena merupakan pencetak gol kedua terbanyak sepanjang masa Madrid dengan 323 gol, setelah sebelumnya Cristiano Ronaldo melewati raihan golnya dengan total 326 gol.

2. Gol Perdana untuk Madrid di El Derbi Madrileno

Memulai debut bersama tim senior di musim 1994/95, Raul mencetak gol pertamanya dengan Los Blancos di pentas yang tepat, karena ia melakukannya kala melawan Atletico Madrid di El Derbi Madrileno.

Gol Raul kala itu menggenapi kemenangan telak 4-2 Madrid atas Atletico, dan gol pertama itu akan selalu menjadi momen terbaik Raul saat memulai petualangannya di Spanyol, dan tahapan awal milestone mencetak gol sang pangeran.

1. Membungkam Camp Nou

Rivalitas sengit di La Liga yang menjadi panggung perhatian dunia, adalah laga besar El Clasico antara Madrid dengan Barcelona. Raul juga memiliki momen terbaiknya saat melawan Raksasa Catalunya itu.

Tepatnya pada 1999, Raul mencetak gol dan membuat gestur mengarahkan jari telunjuk ke mulutnya, memberi indikasi fans Barcelona untuk diam. Sikap Raul yang tidak gentar saat bermain di Camp Nou itu, membuktikan loyalitasnya untuk Los Merengues dan salah satu momen terbaik dalam karir Raul.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!