5 Negara Favorit Juara Piala Eropa 2016

redaksi.co.id - 5 Negara Favorit Juara Piala Eropa 2016 Tanpa kehadiran salah satu spesialis turnamen, Belanda, turnamen Euro 2016 di Prancis masih menyimpan kemegahannya sendiri dengan...

92 0

redaksi.co.id – 5 Negara Favorit Juara Piala Eropa 2016

Tanpa kehadiran salah satu spesialis turnamen, Belanda, turnamen Euro 2016 di Prancis masih menyimpan kemegahannya sendiri dengan cara yang berbeda.

Sistem baru yang memperkenalkan format 24 tim, di mana itu berarti akan ada empat dari enam grup yang diwakili tiga tim di babak knock out atau 16 besar dan tampilnya beberapa negara yang selama ini terpinggirkan dalam persaingan level internasional seperti Republik Irlandia, Islandia, Wales, Albania dan Irlandia Utara.

Sementara ada begitu banyak kejutan sepanjang kualifikasi, kami memprediksikan putaran final yang akan dimulai pada 10 Juni 2016 tak akan menghadirkan kisah serupa. Euro 2016 masih akan menjadi simbol dominasi beberapa spesialis turnamen lainnya.

Belgia

Belgia ke putaran final Euro 2016 dengan status sebagai juara Grup B dengan mengoleksi 23 poin. Generasi emas Belgia yang penuh dengan kumpulan pemain yang memperkuat klub-klub top Eropa mengingatkan publik dengan generasi emas timnas Inggris yang pernah diperkuat Steven Gerrard, Frank Lampard, David Beckham, Gary Neville, Ashley Cole, John Terry dan Rio Ferdinand dalam satu waktu.

Tapi apakah nasib pemuncak ranking FIFA saat ini akan serupa dengan Inggris dalam satu dekade terakhir? Generasi emas Inggris lahir di tengah ekspektasi tinggi media dan publik serta rivalitas antar klub Premier League yang saat itu mendominasi Eropa.

Belgia sedikit lebih jauh dari sorotan, dan meski ada nama seperti Eden Hazard dan Kevin de Bruyne serta Vincent Kompany, hanya nama terakhir yang menjadi pemimpin di level klub. Masalah Inggris bukan hanya terlalu banyak individu yang hebat, tapi juga pemimpin yang dominan.

Prancis

Hugo Lloris, Paul Pogba, dan Antoine Griezmann bisa menjadi titik tumpu tuan rumah untuk meraih trofi tertinggi di daratan Eropa.

Tragedi terorisme pada 13 November 2015 saat laga persahabatan Prancis dan Jerman digelar memang menimbulkan situasi mencekam dan kekhawatiran pembatalan Euro 2016.

Tapi, jika segalanya tetap berjalan seperti rencana, tragedi itu justru bisa menjadi motivasi tersendiri untuk Prancis yang multi etnis, untuk membalas aksi para teroris dengan kemenangan yang jelas akan terasa jauh lebih manis.

Italia

Salah satu alasan kuat mengapa Italia masuk dalam daftar ini adalah pria yang berada di pinggir lapangan dengan setelan jas rapi, si pemikir strategi, Antonio Conte.

Usai membawa Juventus juara Serie A tiga kali beruntun, membentuk sebuah fondasi tim yang berakhir di final Champions League 2015, final pertama klub dalam 12 tahun terakhir yang sayangnya dinikmati di bawah kepelatihan Allegri, variasi taktik Conte jelas menjadi ancaman utama bagi lawan-lawan Italia yang lolos ke Prancis sebagai juara Grup H dengan mengumpulkan 24 poin.

Spanyol

Spanyol tanpa sang jenderal Xavi Hernandez tentu menimbulkan keraguan. Juara bertahan dinilai tak lagi segarang empat tahun lalu, Piala Dunia 2014 pun menjadi episode memalukan bagi Tim Matador yang tersingkir di fase grup.

Tapi, Spanyol selalu penuh sesak dengan bakat yang memukau di lapangan hijau. Masih ada Isco, Thiago Alcantara, dan tentunya Andres Iniesta. Vicente Del Bosque harus menebus kegagalan timnya di Piala Dunia 2014. Spanyol lolos setelah memuncaki grup C dengan 27 poin.

Jerman

Jerman lolos dengan agak pontang-panting sepanjang kualifikasi. Mundurnya Philipp Lahm dari timnas Jerman dinilai membuat mereka tak hanya kehilangan seorang pemimpin yang penuh kedamaian namun berdeterminasi, tapi manajer Joachim Loew juga kehilangan sosok yang bisa beroperasi di posisi bek kanan, bek kiri, bek tengah dan gelandang bertahan sekaligus.

Namun, periode sulit yang berhasil mereka lewati menunjukkan bahwa Jerman memang memiliki faktor terpenting sebagai spesialis turnamen, mentalitas dan kebersamaan, serta dipenuhi bintang namun memiliki dukungan media yang tidak gemar mencari sensasi seperti media Inggris.

Jerman lolos sebagai juara Grup D dengan koleksi 22 poin.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!