AS Keluarkan Travel Alert Atas Ancaman Teror ke Seluruh Dunia

redaksi.co.id - AS Keluarkan Travel Alert Atas Ancaman Teror ke Seluruh Dunia Amerika Serikat (AS) mengeluarkan travel alert atau imbauan perjalanan ke seluruh dunia terkait ancaman...

20 0

redaksi.co.id – AS Keluarkan Travel Alert Atas Ancaman Teror ke Seluruh Dunia

Amerika Serikat (AS) mengeluarkan travel alert atau imbauan perjalanan ke seluruh dunia terkait ancaman teror. Peringatan itu dikeluarkan sekitar sepekan setelah teror Paris.

Melalui langkah tersebut, pemerintah AS mengimbau warganya untuk waspada terhadap peningkatan ancaman teroris.

Menurut informasi terkini yang didapatDepartemen Luar Negeri Amerika, ISIS dan al-Qaeda serta Boko Haram dan militan lain masih akan terus merencanakan serangan teroris di beberapa wilayah.

Seperti serangan mematikan di Prancis, Rusia, Mali dan beberapa negara lain yang terjadi beberapa bulan belakangan.

“Status travelalertakan berlaku sampai 24 Februari 2016,” kata Departemen luar negeri AS seperti dikutip dari BBC, Selasa (24/11/2015).

Kendari demikian, seorang wakil dari departemen tersebut mengatakan belum diketahui pasti apakah warga AS menjadi target spesifik.

Melaluitravel alert,warga AS diminta beratih untuk lebih waspada saat berada di tempat umum atau menggunakan transportasi.Mereka juga disarankan untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya dan menghindari kerumunan besar atau tempat-tempat keramaian.

“Pihak berwenang yakin kemungkinan serangan teror akan terus terjadi ketika anggota ISIL / Daesh (ISIS) kembali dari Suriah dan Irak,” jelas Departemen Luar Negeri melalui pernyataannya.

Peringatan serupa dikeluarkan Amerika pada Desember 2014 lalu, usai serangan di Sydney Australia. Ketika itu pemerintah memperingatkan risiko serangan bomber bunuh diri tanpa jaringan yang dikenal dengan lone wolf.

Sementara itu diBelgia, ibukota Brussels masih memberlakukan status tertinggi waspada teror selama sepekan. Khawatir terjadi serangan berulang seperti teror Paris yang menewaskan 130 orang pada 13 November.

Perdana Menteri Belgia Charles Michel memperingatkan bahwa ancaman terhadap negaranya tetap ada.Namun dia juga mengatakan pihak berwenang berencana untuk membuka kembali sekolah-sekolah dan jaringan kereta metro yang sempat dihentikan pada Rabu 25 November.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!