PS TNI Adopsi Gaya Main 3 Timnas di Asia Tenggara

260

redaksi.co.id – PS TNI Adopsi Gaya Main 3 Timnas di Asia Tenggara

Pembentukan tim PS TNIyang mayoritas dihuni para prajurit muda di TNI AD bukan tanpa alasan dan tujuan.

Menurut pelatih Suharto AD, misi awal PS TNI adalah membangun skuat tangguh yang terdiri dari pemain muda bertalenta, yang digembleng keras agar memiliki karakter pantang menyerah di lapangan saat mengahadapi lawan.

Suharto menyebut semangat juang anak-anak PS TNI meniru timnas negara tetangga di Asia Tenggara, Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Di mata Suharto, para pemain timnas dari tiga negara itu dari segi postur tak berbeda dengan pemain Indonesia.

Soal kemampuan dan teknik, sebenarnya pemain Indonesia juga tak kalah.

“Namun, mereka punya karakter permainan cepat dan pantang menyerah. Kalau negara-negara itu bisa membentuk tim berkarakter, kenapa Indonesia tidak? Itulah pertanyaan yang ada dalam benak kami. Maka, kami coba membentuk tim PS TNI dengan semangat juang tinggi seperti mereka,” tutur Suharto.

Daya juang tak hanya dibangun 90 menit mereka bertarung, tapi juga saat latihan dan berada di mes atau hotel. Dengan mengusung jiwa pejuang, lanjut Suharto AD, semua kelemahan bisa ditutupi di lapangan.

“Semua pemain harus memiliki rasa senasib seperjuangan di lapangan, sehingga mereka kompak dan berusaha menutupi kesalahan yang dilakukan pemain lainnya. Lebih penting, jiwa patriotisme dan nasionalisme juga wajib ditanamkan ke para pemain. Sehingga mereka akan merasa tim ini tempat hidup yang harus dijunjung tinggi,” katanya.

Kendati PS TNI kental dengan gemblengan militer, Suharto menyatakan tak semua prinsip militer diterapkan kepada pemain. Bila dilihat, karakter petarung gaya PS TNI memang meniru konsep permainan timnas Vietnam dan Myanmar.

Thailand unggul dari segi postur dan teknik. Tapi di timnas Vietnam dan Myanmar, teknik jadi nomor dua setelah mereka mengutamakan semangat juang dan disiplin di setiap posisi.

“Kami mengutamakan disiplin, baik di dalam maupun luar lapangan. Kalau soal latihan sama seperti dilakukan pelatih lain kepada para pemainnya. Tak semua latihan militer bisa diterapkan di sepak bola. Masing-masing memiliki ciri berbeda. Program kami seperti latihan sepak bola pada umumnya. Kami lebih menekankan pada pembentukan karakter. Jadi, sebenarnya tim PS TNItak ada yang spesial latihannya,” ungkapnya.

Soal fisik dan stamina Legimin Raharjo dkk. yang tampak tak ada matinya di pertandingan, Suharto menyebut itu hasil latihan keras yang telah diprogram tim pelatih.

“Kalau ingin punya stamina bagus harus latihan keras dan disiplin. Jika fisik bagus, saya yakin mereka akan mampu bermain maksimal. Dengan modal itu, pemain pun tak mudah cedera. Ibarat mau berangkat ke medan pertempuran, semua harus disiapkan dengan baik sehingga siap menghadapi lawan dan tahu cara memenangkan pertempuran,” jelasnya.

(red/hmad/yaiku/AS)

loading...

Comments

comments!