Bela Muslim Palestina, Ipar Tony Blair pun Bersyahadat

redaksi.co.id - Bela Muslim Palestina, Ipar Tony Blair pun Bersyahadat Nama saya Lauren Booth dan saya seorang Muslim, ujar seorang perempuan berpakaian panjang berhijab itu...

9 0

redaksi.co.id – Bela Muslim Palestina, Ipar Tony Blair pun Bersyahadat

Nama saya Lauren Booth dan saya seorang Muslim, ujar seorang perempuan berpakaian panjang berhijab itu medio 23 Oktober 2010 lalu di tengah acara Islam Channel yang diselenggarakan Global Peace and Unity, dilansirthe Muslimvillage.com,Selasa (24/11).

Perempuan tersebut bukanlah seorang muslimah biasa. ia adalah seorang jurnalis andal Inggris spesialis isu Timur Tengah. Rupanya, ia mengaku terpikat mempelajari Islam ketika melakukan reportasenya dari Irak, Iran, hingga Jalur Gaza, Palestina. Baru kemudian hidayah Allah menyelimuti hatinya untuk selalu berjihad membela sesama Muslim melalui duniabroadcasting.

Mantan Aktris Cilik Terpikat Jurnalisme

Booth terlahir dengan nama Sarah Jane di London bagian utara. Ia anak keenam dari aktor gaek Tony Booth dan merupakan saudara tiri Cherie Blair, istri dari mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Sedari kecil, Booth dilatih sebagai calon aktris diLondon Academy of Performing.Bahkan ia telah mengikuti tur pertunjukan keliling Eropa selama beberapa tahun. Namun, ia ternyata lebih mencintai dunia jurnalisme yang dikenalnya sejak tahun 1997 lalu.

Karier Booth sebagai kolumnis dimulai dithe London Evening Standard.Medio 1999, dia mulai menekuni isu politik di majalahNew Statesman.Puncak kariernya saat ia dikirim meliput Pemilu di Palestina pada 2005 olehThe Mail on Sunday.

Mencintai Muslim Palestina dari Hati

Medio 2006-2008, Booth menjadi presenterIn FocusdalamIslam Channel.Jejaring meluas hingga televisi Iran. Pada 2010 dan 2012, Booth juga membawakanRemember PalestinedanDiaspora.

Pada 2014, ia merilis acaraTalking BoothdiBritish Muslim TV, sekaligus menempatkan dirinya sebagai produser senior Aljazirah di Doha, Qatar. Sebagai seorang jurnalis, Booth tak hanya garang saat menulis dan wawancara, namun ia sangat kritis terhadap isu-isu perang di Timur Tengah. Seperti saat Perang Irak berkecamuk, ia ikut menjadi bagian kampanyeStop the War Coalition.

Medio Agustus 2008, ia menuju Gaza bersama 46 aktivis lainnya untuk memprotes blokade terhadap Jalur Gaza. Dalam perjalanannya ini, ia mendapat paspor VIP dari PM Hamas Ismail Haniya.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!