Ahok: BPK Ini Bikin Kita 'Skak-Ster'

redaksi.co.id - Ahok: BPK Ini Bikin Kita 'Skak-Ster' Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahokmerasa temuan BPK terkait pembelian lahan RS Sumber Waras membuatnya serba...

39 0

redaksi.co.id – Ahok: BPK Ini Bikin Kita 'Skak-Ster'

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahokmerasa temuan BPK terkait pembelian lahan RS Sumber Waras membuatnya serba salah.

Bila keputusan BPK tetap ada kerugian negara, mau tidak mau DKI harus mengembalikan lahan itu. Padahal, kalau dikembalikan kerugian negara semakin besar.

“Saya pikir BPK DKIudah jelas tendensius. Membuat kita skak-ster. Dia menuduh kita kemahalan beli tanah ini dibandingin NJOP belakang. Yang tentukan NJOP bukan saya. Kalau ini saya buka nanti bocor lagi. Nanti saya ditangkap lagi gara-gara saya membuka,” ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

“Makanya saya tanya, berani enggak BPK pusat yang periksa saya kemarin kasih lihat aja deh, enggak usah jawaban saya deh, pertanyaannya apa aja,” sambung Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu tidak mengerti apa yang diteliti oleh BPK.

Sudah jelas bila lahan itu dikembalikan dan dibeli lagi untuk tahun depan jelas harganya jauh lebih mahal.

“Ini BPK ngerti enggak sih beli tanah itu hukumnya adalah terang dan tunai. Kalau udah dibalikin enggak bisa dong, BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)-nya siapa? Terus kalau jual balik mesti minta izin DPRD. Barang sudah dibeli,” jelas Ahok.

“Kalau kita jual sekarang barang lebih mahal enggak harusnya? Mau enggak yang jual beli harga mahal sekarang? Enggak mau. Kalau kita jual harga sama kerugian negara enggak? Jadi namanya memang tendensius lalu kasih buah simalakama,” imbuh Ahok.

Dengan begitu, Ahok semakin yakin hasil pemeriksaan terhadap APBD DKI sangat tendensius. Kalau memang berani silakan buka.

“Jadi laporan itu udah enggak becus, jadi saya bilang ke BPK kalau mau bersihkan diri mau jadi jagoan oknum di situ buka aja (pemeriksaan) yang kemarin, pasti top kamu,” tutup Ahok. (Ali/Ans)

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!