Pelabuhan Indonesia Belum Sesuai Standar Internasional

redaksi.co.id - Pelabuhan Indonesia Belum Sesuai Standar Internasional Direktur Eksekutif sekaligus Peneliti Lingkungan, Energi dan Maritim Center for Information and Develompent Studies (CIDES) Muhammad Rudi Wahyono...

10 0

redaksi.co.id – Pelabuhan Indonesia Belum Sesuai Standar Internasional

Direktur Eksekutif sekaligus Peneliti Lingkungan, Energi dan Maritim Center for Information and Develompent Studies (CIDES) Muhammad Rudi Wahyono menilai sektor maritim terutama pelabuhan di Indonesia masih belum memenuhi standar.

“Kalau boleh jujur, pelabuhan besar seperti Pelabuhan Tanjung Priok pun dari segi keamanan tidak memenuhi syarat menurut aturan International Maritime Domain Awareness,” katanya. Menurut Rudi, banyak pelabuhan yang belum memenuhi standar internasional menunjukkan masih lemahnya regulasi dan terpecah-pecah sektoral.

Pemerintah seharusnya hanya membuat peraturan saja tanpa ikut campur dalam kegiatan operasional pelabuhan. Rudi berujar, operasional pelabuhan harus diserahkan langsung kepada BUMN terkait karena sebagai pihak yang langsung bersentuhan dengan kegiatan di pelabuhan. Itu yang harus dipangkas. Jadi pemerintah menyiapkan regulatornya saja dan BUMN sebagai operator sekaligus eksekutor. Jadi itu lebih efisien dari segi waktu dan biaya lebih murah.

Selain itu menurut Rudi, saat ini pembangunan pelabuhan hanya fokus di Pulau Jawa. Padahal seharus ada pembagian proporsional untuk menambah kinerja sektor maritim Indonesia. “Saya menilai pelabuhan Indonesia masih terpusat di Jawa, harus ada di wilayah barat, tengah, dan timur. Kalau mau benar-benar mengembangkan ya cari yang di tengah-tengah misalnya Banjarmasin, di situ bisa dikembangkan,” ujar Rudi.

Tidak hanya pelabuhan saja yang penting, namun kata Rudi, harus ada infrastruktur seperti kontainer, dermaga dan crane . Unsur keamanan dan keterbukaan perizinan keluar masuk barang juga harus dimiliki setiap pelabuhan. Selain itu ucap Rudi, sumber daya manusia yang menangani manajemen logistik juga harus ditambah. Perlu ada sekolah yang khusus mengembangkan sumber daya manusia yang menangani manajemen logistik dan mereka harus bersih.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!