Soal Tuan Rumah MotoGP 2017, Thailand Bisa Geser Indonesia?

redaksi.co.id - Soal Tuan Rumah MotoGP 2017, Thailand Bisa Geser Indonesia? Harapan Indonesia masuk kalender motoGP 2017 belum menuai hasil. Sidang umum Federation Internationale de Motocyclisme...

30 0

redaksi.co.id – Soal Tuan Rumah MotoGP 2017, Thailand Bisa Geser Indonesia?

Harapan Indonesia masuk kalender motoGP 2017 belum menuai hasil. Sidang umum Federation Internationale de Motocyclisme atau federasi balap motor dunia (FIM) di Jerez, Frontera, Spanyol, pada 20-22 November 2015, tak membahas kepastian Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP.

“Yang dibahas hanya kegiatan FIM 2015 dan 2016,” kata Nanan Soekarna, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) melalui pesan pendek dari Spanyol.

Nanan dan Frans Tanujaya, Kepala Biro Roda Dua IMI diundang FIM mengikuti sidang yang menghadirkan 112 negara tersebut. Sidang adalah rangkaian FIM Gala Ceremony atau upacara penutupan olahraga sepeda motor pada musim 2015 sekaligus pemberian penghargaan pembalap terbaik.

“Sidang itu hanya mengumumkan kalender MotoGP 2016,” ujar Frans, pagi tadi.

FIM adalah induk organisasi yang memberi homologasi atau persetujuan terhadap sebuah negara masuk dalam kalender MotoGP.

Itulah yang membuat Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meneken Letter of Intention (LOI) atau kontrak perjanjian bisnis dengan Dorna Sports SL, penyelenggara MotoGP, untuk ditunjukkan dalam sidang FIM.

Pemerintah menganggap LOI akan membuat Indonesia mendapat persetujuan FIM dalam sidang. Sehingga negara lain yang masih berminat menjadi tuan rumah seperti Thailand, Kazakhstan, Brazil, Chile, dan Finlandia, tak lagi berpeluang menggeser posisi Indonesia.

“Kalau sudah ada LOI, negara-negara lainnya terkunci,” ujar Gatot S. Dewabroto, juru bicara Kementerian Olahraga sebelumnya.

Dengan demikian, tak dibahasnya Indonesia dalam sidang tersebut di luar perkiraan pemerintah sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan Indonesia belum aman menjadi tuan rumah MotoGP 2017.

Hal itupun diakui Nanan, ia mengatakan Indonesia masih bisa tersingkir bila tak menjaga komitmennya menyelenggarakan MotoGP. Komitmen itu di antaranya merenovasi Sirkuit Sentul karena tak laik kejuaraan tersebut.

Sesuai taksiran pemerintah sendiri, Sentul membutuhkan biaya sekitar Rp 200 miliar. Sayangnya pemerintah hanya mampu menyediakan dana Rp 5 miliar untuk renovasi pada 2016.

“Thailand sudah paling siap mengambil alih,” ujar Nanan. TRI SUHARMAN

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!