Ibrahimovic: Ayah Saya Muslim, Ibu Saya Katolik

redaksi.co.id - Ibrahimovic: Ayah Saya Muslim, Ibu Saya Katolik Serangan teror di Paris, Prancis belum lama ini memberi efek takut ke banyak orang. Hal itu juga...

29 0

redaksi.co.id – Ibrahimovic: Ayah Saya Muslim, Ibu Saya Katolik

Serangan teror di Paris, Prancis belum lama ini memberi efek takut ke banyak orang. Hal itu juga dirasakan penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Zlatan Ibrahimovic.

Ketika terjadi insiden teror Paris, Ibrahimovic sedang membela timnas Swedia melawan pertandingan play off Piala Eropa 2016 melawan Denmark. Beruntung, berkat gol Ibrahimovic, timnas Swedia akhirnya menyegel satu tempat di Piala Eropa 2016 yang kebetulan dihelat di Prancis.

Meski mengakui memiliki kekhawatiran terhadap keamanan Paris, ia mengaku suka dengan suasana kota mode tersebut.

“Saya senang di Paris. Saya sangat senang,” ujar brahimovic kepada wartawan CNN, Amanda Davies, menjelang pertandingan Liga Champions antara PSG melawan klub masa mudanya asal Swedia Malmo pada Kamis (26/11) dini hari WIB.

Laga PSG melawan Malmo terasa spesial bagi Ibrahimovic. Dia pun yakin, seluruh masyarakat Malmo akan menontont laga tersebut.

Sebagai bentuk simpati terhadap korban serangan teror Paris, para pemain PSG akan memakai jersey bertuliskan “Je Suis Paris”.

Ibrahimovic yang memiliki ayah seorang imigran Bosnia dan ibu berkewarganegaraan Kroasia, kedua negara itu merupakan pecahan Yugoslavia, berpindah ke Malmo. Dilansir dari New York Times, Ibrahimovic belajar sepak bola sekaligus taekwondo.

Dia mengidolakan legenda timnas Brasil, Ronaldo. Kemudian, ia mencoba untuk meniru gaya Ronaldinho dalam mengolah bola. Hal itu tentu saja terlihat konyol bagi pesepak bola yang memiliki tinggi badan hingga 195 sentimeter.

Meski begitu, ia bisa mempraktikkan trik-trik mengolah bola idolanya tersebut dan mampu menyihir penonton.

Karena diasuh dari orang tua yang memiliki latar belakang budaya dan agama berbeda, pemain berusia 34 tahun tersebut tidak khawatir terhadap persepsi warga Paris terhadapnya.

Malah, mantan pemain Inter dan AC Milan tersebut bisa belajar tentang arti toleransi dan perbedaan. “Bagi saya, itu tidak mengubah (apa-apa). Karena, ayah saya Muslim dan ibu saya Katolik,” katanya.

“Bagi saya, itu semua adalah tentang rasa hormat. Begitu saya dibesarkan dan saya belajar. Itulah saya.”

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!