Ekonom: Terlalu Berisiko Jika BI Rate Diturunkan Saat Ini

206

redaksi.co.id – Ekonom: Terlalu Berisiko Jika BI Rate Diturunkan Saat Ini

Masih banyaknya dana asing di perekonomian dalam negeri membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sangat rentang jika terjadi capital outflow (keluarnya dana asing).

“Tanpa kenaikan Fed fund rate saja rupiah melemah,” ujar Ekonom UGM Tony Prasetiantono dalam acara CEO Forum, Jakarta, Kamis (26/11/2015).

Tony mengatakan, banyak ekonom pada saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed bakal terjadi pada Desember 2015, sehingga diperlukan langkah yang tepat agar hengkangnya dana asing tidak terlalu deras.

“Indonesia itu rentan capital outflow, makanya saya mengerti Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan BI Rate 7,5 persen, walau inflasi saat ini sudah rendah, BI Rate diturunkan ada risiko rupiah melemah lagi,” tutur Tony.

Menurut Tony, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat nanti akan tertekan ketika The Fed menaikkan suku bunganya, namun pelaku pasar sudah mengetahuinya sejak tahun lalu, sehingga tekanan ke rupiah nantinya tidak terlalu dalam.

“Ya mungkin melemahnya hanya Rp 100 atau Rp 200 saja, tidak terlalu dalam. Nanti tahun depan rupiah akan menguat setelah adanya deregulasi tahun ini yang akan terasa pada tahun depan, bisa Rp 13.500-an,” ucapnya.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

loading...

Comments

comments!