Melbourne Dirikan Monumen bagi Pejuang Aborigin

redaksi.co.id - Melbourne Dirikan Monumen bagi Pejuang Aborigin MELBOURNE -- Pemerintah Melbourne mendirikan monumen di pusat kota untuk mengenang dua pejuang aborigin yang dihukum gantung di...

33 0

redaksi.co.id – Melbourne Dirikan Monumen bagi Pejuang Aborigin

MELBOURNE — Pemerintah Melbourne mendirikan monumen di pusat kota untuk mengenang dua pejuang aborigin yang dihukum gantung di era kolonial di Australia tahun 1842. Ini bisa menjadi penanda masa lalu yang selama ini tersembunyikan.

Pembangunan monumen ini sekaligus merupakan pengakuan pertama atas terjadinya era kelam kolonialisme di Australia.

Monumen akan didirikan di lokasi tempat hukuman mati bagi dua pejuang aborigin asal Tasmania bernama Tunnerminnerwait dan Maulboyheener. Keduanya dihukum gantung di sudut Jalan Franklin dan Victoria Street, di dekat bekas penjara di tengah kota Melbourne.

Desain yang disetujui untuk monumen ini terdiri atas tiang ayunan, kotak berupa tempat suratkabar, dan taman khas aborigin.

Seniman Trent Walter, yang mendesain monumen ini bersama seniman lainnya bernama Brook Andrews, mengaku cukup kesulitan untuk mengabadikan masa silam yang kelam dari kota ini.

Menurut Walter, ini bisa menjadi monumen perjuangan bagi warga aborigin, atau bisa juga menjadi penanda dari masa lalu kota Melbourne yang selama ini tersembunyikan.

“Jelas kisahnyacukup pahit, namun ruang yang kami desain ini bertujuan untuk refleksi – seperti ingin mengajak warga kota untuk menerima masa silam yang traumatis,” tutur Walter baru-baru ini.

“Monumen ini tidak memiliki agenda politik. Ini semata-mata sebagai pengingat mengenai apa yang pernah terjadi,” katanya.

Setting ayunan di monumen itu akan membuka pandangan ke arah bekas penjara, tempat Tunnerminnerwait dan Maulboyheener ditahan sebelum dihukum gantung.

Tunnerminnerwait dan Maulboyheenner yang dihukum gantung di Melbourne tahun 1842. (Foto Kiriman: City of Melbourne)

“Ide kotak suratkabar ini untuk mengingatkan bahwa kejadian ini harus menjadi berita setiap hari, kita harus terus mengingat mereka,” katanya.

Sebelum mendesain monumen bersama Andrews, Walter sendiri mengaku sama sekali tidak tahu-menahu mengenai hukuman gantung yang pertama kali dilaksanakan di kota Melbourne itu.

“Pendirian monumen ini menunjukkan visi besar pemerintah kota,” katanya.

Monumen diperkirakan menghabiskan dana 155 ribu dollar (sekitar Rp 1,5 miliar).

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!