Neymar: Hampir Tewas, Sepatu Butut, hingga Barcelona

redaksi.co.id - Neymar: Hampir Tewas, Sepatu Butut, hingga Barcelona Tak ada satu pun penggila bola yang saat ini tak mengenal Neymar Jr. Kemampuan individunya saat ini...

14 0

redaksi.co.id – Neymar: Hampir Tewas, Sepatu Butut, hingga Barcelona

Tak ada satu pun penggila bola yang saat ini tak mengenal Neymar Jr. Kemampuan individunya saat ini dinilai setara dengan para seniornya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Kecepatannya, kemampuannya menggiring bola, serta atraksinya di lapangan mengundang decak kagum. Namun siapa yang tahu jika Neymar Jr. pernah hampir tewas saat masih berumur 4 bulan?

Neymar da Silva Santos Junior lahir di Kota Mogi des Cruzes, Provinsi Sao Paolo, Brasil, 5 Februari 1992. Dia mewariskan nama Neymar dan Santos dari ayahnya Neymar Santos dan nama Da Silva dari ibunya, Nadine da Silva.

Sang ayah memiliki nama panggilan kesayangan untuknya, Juninho, di saat dia masih kecil. Neymar Senior saat itu adalah pemain bola untuk klub kecil, Uniao FC.

Baru saja berumur empat bulan, Neymar Jr. nyaris kehilangan nyawanya dalam sebuah kecelakaan mobil. Saat itu Neymar sekeluarga sedang dalam perjalanan menuju Kota Santos untuk mengunjungi keluarganya.

Cuaca hujan membuat jalan yang berliku dan harus menuruni gunung sangat berbahaya. Apalagi, jalan itu cukup sempit karena hanya terdiri dari satu lajur dan dilewati kendaraan dari dua arah. Kecelakaan terjadi di sebuah jalan berkelok ke kiri.

Sebuah mobil dari arah berlawanan melintas. Neymar Senior mencoba menghindar dengan mengambil bahu jalan dan memperlambat kendaraannya. “Dar,” tiba-tiba mobil lain menghajar sisi kanan mobil Neymar Junior dari arah belakang.

“Pinggul saya mengalami dislokasi dan saya menjerit ‘mati saya, mati saya’,” ujar sang ayah dalam buku biografi Neymar Jr. Neymar senior dan istrinya semakin panik ketika melihat anaknya tak berada di bangku belakang.

Mereka mengira anak pertamanya itu terlempar keluar mobil karena benturan itu. Mereka panik karena mengira Neymar terlempar ke dalam jurang di sisi kiri jalan.

Setengah badan mobil mereka saat itu menggantung di pinggir tebing itu. Sejumlah orang yang menolong mereka mengeluarkan Neymar Senior dari dalam mobil, sementara Nadine menyelamatkan dirinya keluar dari jendela.

Mukjizat pun datang ketika seseorang menemukan Neymar Jr. berada di bawah kursi belakang. Seluruh badan dan wajahnya berlumuran darah akibat robekan di kepalanya terkena potongan kaca yang pecah.

Namun, Neymar selamat setelah berhasil dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kecelakaan mobil pada tahun 1995 membuat karir Neymar Sr sebagai pemain bola meredup. Saat itu dia di sebuah tim kecil Brasil, Uniao FC. Neymar Sr berhenti sebagai pemain bola lima tahun berselang.

Dia lantas melakukan apa saja untuk membiayai keluarganya. Mulai dari menjadi kuli bangunan hingga menjadi montir. Sambil bekerja, dia tak lupa mengajari anaknya bermain bola. Mereka pun harus pindah dari apartemen yang mereka kontrak ke rumah kakek Neymar.

Disana mereka hanya memiliki sebuah kamar kecil dan sebuah matras untuk tidur. Bakat bermain bola Neymar memang sudah terlihat sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kondisi keluarganya yang serba pas-pasan membuat Neymar Jr hanya mampu masuk Sekolah Negeri yang kondisinya bisa dikatakan buruk.

Neymar Jr juga tak memiliki kemewahan untuk memakai barang-barang bagus saat itu, tak seperti saat ini dimana dia bisa membeli semua hal dengan uang yang dihasilkannya.

Tak jarang, Neymar harus pergi ke sekolah dengan sepatu butut miliknya. Neymar pertama kali bergabung dengan sebuah klub kecil Portuguesa Santista saat berumur 10 tahun pada 2002.

Di klub inilah dia bertemu dengan orang yang sangat berjasa membuat namanya melambung untuk pertama kali. Orang itu tak lain adalah sang pelatih, Fino.

Setahun bersama Portuguesa Santista, Fino yang mengetahui kondisi keluarga Neymar berbicara dengan kepala sekolah swasta ternama di Santos, Tio Gil. Fino meminta Tio untuk memberikan Neymar beasiswa agar dia mendapatkan pendidikan yang baik dan bisa mengembangkan bakat sepakbolanya.

Setelah melihat Neymar, Tio pun memberikan beasiswa untuk Neymar dan adiknya, Raffaela Beckran. Neymar saat itu baru berumur 11 tahun sementara adiknya berumur 7 tahun.

Kehadiran Neymar memperkuat tim futsal salah satu sekolah swasta ternama di Santos itu. Tahun itu juga Neymar langsung bersinar dengan menjadi pemain terbaik di kompetisi antar sekolah di Santos sementara timnya merebut posisi kedua.

Tahun berikutnya, Neymar membawa timnya menjadi juara. Aksi Neymar itu mendapatkan publikasi yang luas di media Brasil. Klub Santos yang mengetahui bakat Neymar Jr langsung mengajak Neymar bergabung ke akademi sepakbola mereka pada 2004 itu.

Di sekolah, hampir seluruh guru dan teman-temannya juga menyukai sosok anak kecil bertubuh kurus itu. Neymar dianggap sebagai murid dan teman yang menyenangkan serta selalu melakukan yang terbaik dalam semua hal.

Satu-satunya guru yang bersikap keras terhadap Neymar adalah guru olahraganya, Matheus. Kegiatan Neymar berlatih bersama akademi sepak bola Santos membuat Neymar selalu tak bisa menghadiri latihan bersama klub sekolahnya.

Dengan berdalih mendapatkan keluhan dari anak muridnya yang merasa Neymar di anak emaskan, Sang guru pun memprotes ketidakhadiran Neymar yang mendapatkan beasiswa di sekolah itu karena kemampuan olahraganya.

Protes itu sampai ke telinga pengurus akademi Santos. Suatu hari mereka memperbolehkan Neymar tak hadir dalam latihan bersama Santos untuk berlatih bersama klub sepak bola sekolahnya.

Pada latihan itu, Neymar menunjukan kemampuan individunya. Dia meneroboskan bola melalui kedua kaki lawannya, mencungkil bola untuk mengecoh rekan-rekannya, serta membuat sejumlah gol dengan berbagai macam atraksi lainnya.

Seluruh rekan termasuk Matheus pun terperangah terhadap kemampuan bocah 13 tahun itu. Sejak saat itu, tak ada yang berani memprotes ketidakhadiran Neymar saat latihan.

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!