Siapkah Bandara Pondok Cabe Jadi Komersil?

redaksi.co.id - Siapkah Bandara Pondok Cabe Jadi Komersil? PT Pertamina (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero) sepakat menjadikan Bandara Pondok Cabe,Jakarta, sebagai bandara komersial. Sebelumnya, bandara...

50 0

redaksi.co.id – Siapkah Bandara Pondok Cabe Jadi Komersil?

PT Pertamina (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero) sepakat menjadikan Bandara Pondok Cabe,Jakarta, sebagai bandara komersial. Sebelumnya, bandara tersebut hanya digunakan untuk pesawat latihan dan charter.

Lantas, mampukah Bandara tersebut digunakan untuk penerbangan komersial?

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, lapangan udara Pondok Cabe memiliki luas 170 hektare (ha), dengan panjang landas pacu (runway) 2.200 meter dan dapat menampung 20 pesawat berbagai tipe.

“Selain itu juga menyediakan slot untuk penerbangan komersial sebanyak 30 penerbangan per hari,” di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (30/11/2015).

Menurut Dwi, saat ini Pertamina sedang melakukan perbaikan dengan proses pengaspalan ulang pada landasan pacu tersebut.

Di tempat yang sama Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo menambahkan, Bandara Pondok Cabe sudah memenuhi syarat penerbangan, terutama untuk pesawat ATR 72-600 berkapasityas 72 penumpang.

“Dari sisi komersial, catchment area untuk sisi komersial sebenarnya Pondok Cabe sudah memenuhi syarat untuk pengembangan komersial aircraft,” tutur Arief.

Arief mengungkapkan, sebelum mengomersialkan Bandara Pondok Cabe, bandara ini harus memenuhi aspek keselamatan. Saat ini Garuda Indonesia sedang melakukan sertifikasi ke Kementerian Perhubungan.

“Kita sedang lakukan sertifikasi. Bersama Garuda dan Kemenhub, ini tahap berikutnya supaya bandara ini memenuhi aspek safety, dan operasional airlines,” tutupnya.

Jika sudah beroperasi nantinya, Garuda Indonesia merencanakan delapan tujuan penerbangan dari Pondok Cabe yaitu, Lumbuk Linggau, Pangkalan Bun, Palembang, Tanjung Karang, Semarang, Ketapang, Jogja, dna kita lihat kemungkinan besar untuk wilayah Cilacap.

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!