Garuda Kelola Bandara Pondok Cabe, Pertamina Dapat Rp 40 Miliar

redaksi.co.id - Garuda Kelola Bandara Pondok Cabe, Pertamina Dapat Rp 40 Miliar PT Pertamina (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bersinergi dalam pemanfaatan aset bersama,...

41 0

redaksi.co.id – Garuda Kelola Bandara Pondok Cabe, Pertamina Dapat Rp 40 Miliar

PT Pertamina (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bersinergi dalam pemanfaatan aset bersama, salah satunya adalah penggunaan Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Menurut Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, pengelolaan lapangan terbang itu oleh Garuda mampu menyumbangkan pendapatan Rp 40-50 miliar per tahun.

“Kok sedikit ya? Kalau ibu menteri (Menteri BUMN Rini Soemarno) yang saksikan ini harusnya bicara triliunan,” kata Dwi dalam sambutannya di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Senin 30 November 2015. Bandara Pondok Cabe akan dikelola Garuda Indonesia mulai 2016 mendatang. Dwi menjelaskan bandara yang dimiliki anak usaha Pertamina, PT Pelita Air, itu mempunyai lahan seluas 170 hektare dengan panjang lintasan 2,200 meter.

“Kapasitas parkir bisa tampung 20 pesawat dan disediakan untuk slot 30 pesawat per hari,” ujar Dwi. Direktur Utama Garuda Indonesia Arief Wibowo mengatakan Bandara Pondok Cabe sudah memenuhi sisi komersial, terutama untuk pesawat tipe ATR 72-600 dengan kapasitas 70 kursi.

“Jadi paling tidak target Februari-Maret sudah bisa dilandasi ATR 72-600, karena operasional panjang runway memenuhi,” ujar Arief. Rencananya, Arief menyebutkan, Bandara Pondok Cabe akan melayani penerbangan ke delapan kota, yakni Pangkalan Bun, Lumbuk Linggau, Palembang, Tanjung Karang, Semarang, Ketapang, Yogyakarta, dan Cilacap.

“Kami juga mempertimbangkan bandara yang menjadi basis operasional Pertamina, seperti Cepu,” ujarnya. Selain pemanfaatan aset-aset aviasi, Pertamina dan Garuda bekerja sama dalam penjualan produk avtur, biofuel, pelumas, penyediaan jasa layanan penerbangan kedua perusahaan, dan promosi jaringan langganan bersama. “Setahun penggunaan 1,5 miliar liter avtur,” ujar Arief. Jika ditambah dengan anak perusahaan Garuda, PT Citilink, pembelian avtur dari Pertamina menjadi 2 miliar liter per tahun, dengan biaya sebesar US$ 2 miliar.

“Kami juga masih akan tumbuh karena tahun depan menambah 9 ATR, 5 Airbus, plus Boeing 777. Citilink tambah 8 pesawat,” kata mantan bos Citilink tersebut. Menteri BUMN Rini Soemarno berharap Garuda juga mampu memperkenalkan Pertamina kepada maskapai internasional. Contohnya produk pelumas yang dimiliki Pertamina.

“Jadi nanti di SPBU Pertamina, semua bisa langsung beli tiket di sana. Ini untuk tingkatkan sinergi sehingga manfaat luas dan biaya menjadi rendah,” ujarnya.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!