Sekelumit Sejarah Emas Timnas Indonesia

696

redaksi.co.id – Sekelumit Sejarah Emas Timnas Indonesia

Tim nasional sepak bola (Timnas) Indonesia, tidak bisa berunjuk taji di kancah internasional hingga waktu yang belum bisa dipastikan. Itu setelah federasi sepak bola internasional, FIFA, membekukan kepengurusan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) medio 2015.

Ajang terakhir yang masih sempat diikuti timnas adalah Sea Games Singapura, Mei 2015. Namun, coreng hitam persepakbolaan nasional tersebut, tidak bisa menutup seluruh kegemilangan sejarah yang pernah ditapaki timnas.

Inilah sekelumit sejarah emas timnas sepak bola yang berhasil dihimpun Tribunnews.com:

1. Indonesia jadi negara Asia pertama yang berlaga pada putaran final Piala Dunia

Disediakan oleh tribunnewsTim sepak bola Hindia Belanda berpose sebelum berlaga pada Piala Dunia 1938 di Prancis.

Timnas Indonesia yang kala itu masih bernama Tim Hindia Belanda, turut berlaga pada putaran final Piala Dunia 1938 di Perancis.

Pada pertandingan pertama di Stadion Reims, 5 Juni 1938, tim yang diperkuat pemain-pemain asal suku Jawa, Maluku, Tionghoa, dan Indo-Belanda itu kalah telak 0-6 dari Hongaria.

Hongaria, yang kala itu menjadi skandidat juara, melaju hingga ke laga final dan menjadi runner-up akibat ditekuk Italia 2-4.

2. Kapten timnas Indonesia adalah seorang dokter

Disediakan oleh tribunnewsKapten tim Hindia Belanda, Achmad Nawir (kiri).

Tim Hindia Belanda yang berlaga di Piala Dunia 1938 di Perancis, turut diperkuat seorang kiper bernama Achmad Nawir. Pemain bertahan asal klub Soerabajasche Voetbal Bond itu, dipercayai pelatih Johannes Christoffel van Mastenbroek untuk menjadi kapten.

Uniknya, dikutip dari laman berbagasa Belanda, Java Post, Nawir sesungguhnya berprofesi sebagai dokter.

3. Bermain bola mengenakan kacamata

Disediakan oleh tribunnewsKapten tim Hindia Belanda, Achmad Nawir (kiri).

Masih tentang Kapten Timnas Indonesia saat Piala Dunia 1938, dr Ahmad Nawir. Tatkala berlaga pada ajang tertinggi sepak bola sejagad tersebut, ia turun ke lapangan dengan mengenakan kacamata.

Penggunaan kacamata itu, suatu hal yang tidak lazim saat itu dan jarang dilakukan oleh pemain negara lain.

4. Indonesia hampir kalahkan Uni Soviet 1956

Setelah mampu tampil sebagai tim negara Asia pertama yang berlaga di Piala Dunia (1938), Indonesia kembali mengejukan jagad sepak bola internasional pada era 1950-an.

Tepatnya pada ajang Olimpiade 1956, Melbourne, Australia, timnas Indonesia melaju hingga babak perempat final. Kala itu, mereka berseteru dengan tim Uni Soviet, yang menjadi kandidat juara.

Namun, apa yang terjadi, timnas Indonesia mampu menahan tim “Beruang Merah” tanpa gol alias 0-0.

Kisah kegemilangan melawan Uni Soviet, sudah menjadi rahasia umum. Tapi, tahukah Anda bahwa Indonesia nyaris mengalahkan Soviet pada pertandingan itu?

5. Penyerang legendaris berprofesi sebagai tukang becak

Sebagaimana dilansir situs FIFA, ujung tombak klub PSM Makassar Andi Ramang melepaskan tembakan ke gawang Soviet di menit ke-84.

Namun, kiper legendaris Lev Yashin bergerak cepat dan menepis bola dengan ujung jarinya.

Masih mengenai Andi Ramang, striker PSM Makassar, yang menjadi buah bibir pada laga kontra Uni Soviet, Olimpiade 1956 Melbourne.

Sebelum laga monumental itu, Ramang ternyata memiliki sejarah hidup getir. Ia hijrah ke Makassar menjelang kemerdekaan 1945, dan bekerja sebagai penarik becak.

Ia kemudian bergabung dengan Persatuan Sepak Bola Induk Sulawesi Dalam sebuah kompetisi melawan PSM Makassar.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

loading...

Comments

comments!