Operator Pondok Cabe Harus Punya Modal Minimal Rp 500 Miliar

redaksi.co.id - Operator Pondok Cabe Harus Punya Modal Minimal Rp 500 Miliar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana untuk menambah frekuensi dan rute penerbangan dari Bandar...

32 0

redaksi.co.id – Operator Pondok Cabe Harus Punya Modal Minimal Rp 500 Miliar

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana untuk menambah frekuensi dan rute penerbangan dari Bandar Udara (Bandara) Pondok Cabe, Tangerang Selatan pada 2016. Untuk merealisasikan Garuda harus menyiapkan modal yang cukup besar.

Direktur Kebandarudaraan Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengatakan, saat ini bandara Pondok Cabe berada di bawah pengelolaanPT Pertamina (Persero). Bandara tersebut belum mendapat izin untuk dioperasikan sebagai bandara komersial.

Untuk menjadikan sebagai bandara komersial, Agus menjelaskan, adasatu persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pertamina maupun badan usaha lain.

“Kalau mau menggunakan rute internasional harus memiliki modal minimal Rp 1 triliun, dan kalau hanya domestik minimal itu Rp 500 miliar,” kata Agus saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (2/12/2015).

Modal itu menjadi satu syarat utama agar dalam pengoperasian bandara nantinya dapat berjalan maksimal dan dapat mengembangkan badara sesuai standar pelayanan yang ditetapkan Kemenhub.

Sampai saat ini apa yang menjadi keinginan Garuda Indonesia tersebut masih hanya sebatas rencana, mengingat belum adanya peruahaan yang mengajukan izin pengoperasian komersial bandara Pondok Cabe.

“Dia (Garuda Indonesia) baru datang ke kita kemarin pagi itu pun baru konsultasi, belum pengajuan surat atau apa,” tegas Agus.

Menurut Agus, kondisi bandara Pondok Cabe sendiri untuk saat ini masih perlu beberapa perbaikan jika bakal dioperasikan sebagai bandara komersial. Meski panjang runway yang cukup mumpuni, namun terminal penumpang harus sedikit ada perbaikan.

Untuk diketahui, Garuda Indonesia berencana membuka rute dan menambah frekuensi di tahun depan dengan mengoperasikan bandar udara yang selama ini belum digunakan secara komersial, salah satunya Bandara Pondok Cabe.

“Menurut rencana kita memang seperti itu, kita akan tambah rute dan tambah destinasi,” kata VP Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar.

Benny menjelaskan, jika hal ini direstui oleh otoritas dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, maka nantinya bandara ini bakal digunakan untuk penerbangan pesawat-pesawat jarak menengah seperti sejenis Bombardir dan ATR.

“Jadi nanti digunakan untuk pemilihan rute-rute dengan jangka waktu menengah di bawah satu jam.”

Bandara Pondok Cabe ini memiliki panjang landas pacunya 1.984 meter (m) dengan lebar 45 m. Bandara Pondok Cabe sempat direncanakan akan dijadikan bandara komersial mengingat padatnya Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Namun Dirjend Perhubungan Udara membatalkan rencana ini pada bulan Januari 2009 dengan alasan kondisi landas pacu di bandara tersebut tidak memadai. Pasalnya, panjang landas pacunya tidak mencapai 2.000 meter.

Selain itu, dalam jarak kurang dari 500 meter dari landasan tersebut, terdapat permukiman padat penduduk.

Pangkalan udara ini juga merupakan basis perawatan pesawat dari maskapai penerbangan Pelita Air Service.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!