Dirjen Pajak Mundur, JK: Kita Hargai Sportivitasnya

redaksi.co.id - Dirjen Pajak Mundur, JK: Kita Hargai Sportivitasnya Direktur Jenderal Pajak, Sigit Priadi Pramudito memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya, setelah tak berhasil mencapai target penerimaan...

21 0

redaksi.co.id – Dirjen Pajak Mundur, JK: Kita Hargai Sportivitasnya

Direktur Jenderal Pajak, Sigit Priadi Pramudito memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya, setelah tak berhasil mencapai target penerimaan pajak.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan menghargai kinerja dan usaha Sigit yang telah berupaya memenuhi target penerimaan pajak pada tahun ini.

“Ya tentu kita menghargai suatu upaya dan kita juga menghargai suatu kejujuran dan juga sportifitas,” katanya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (2/12).

JK mengatakan, kinerja Dirjek Pajak dinilai dari sejumlah indikator yang ada. Kendati demikian, JK menilai tak tercapainya target penerimaan pajak tak hanya disebabkan oleh kemampuan Dirjen Pajak, namun juga dipengaruhi oleh melemahnya perekonomian global. Selain itu, menurut dia, target penerimaan pajak tahun ini pun tak tergolong tinggi.

“Ya bukan ketinggian. Ekonominya menurun, melambat. Kalau ekonomi kita sama dengan 2-3 tahun lalu masih bisa dicapai,” jelasnya.

JK melanjutkan, pemerintah akan berupaya mencapai target penerimaan pajak tahun depan. Sehingga program perekonomian nasional pun dapat tumbuh.

Seperti diketahui, Direktur Jenderal Pajak, Sigit Priadi Pramudito telah mengundurkan diri dari jabatannya karena tidak mampu memenuhi target penerimaan pajak tahun ini.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, Sigit sudah menyampaikan surat pengunduran dirinya pada Selasa (1/12) pagi.

“Dirjen Pajak mengundurkan diri. Surat pengunduran sudah disampaikan. Alasannya karena menganggap tidak mampu mengejar target,” kata Bambang.

Penerimaan pajak memang masih mengkhawatirkan. Bambang mengungkapkan realisasi penerimaan pajak hingga akhir November 2015 baru mencapai 65 persen dari target APBNP 2015 Rp 1.294,2 triliun.

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!