MKD dari Gerindra Tuding Bos PT Freeport Edit Rekaman 'Papa Minta Saham'

redaksi.co.id - MKD dari Gerindra Tuding Bos PT Freeport Edit Rekaman 'Papa Minta Saham' Wakil Ketua Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR asal Gerindra, Ahmad Sufmi Dasco,...

17 0

redaksi.co.id – MKD dari Gerindra Tuding Bos PT Freeport Edit Rekaman 'Papa Minta Saham'

Wakil Ketua Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR asal Gerindra, Ahmad Sufmi Dasco, menuduh Presdir PT Freeport (PT FI), Maroef Sjamsoeddin telah meng-edit isi rekaman percakapan Ketua DPR Setya Novanto yang diserahkan ke MKD.

Hal itu disampaikan Dasco saat sidang pemeriksaan Maroef Sjamsoeddin sebagai saksi kasus dugaan pelanggaran etik Setya Novanto-PT FI, di ruang sidang MKD, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/12/2015) malam.

Mulanya, satu per satu anggota MKD mencecar pertanyaan soal kronologi hingga substansi bahasan tiga pertemuan Maroef dan Novanto.

Pertemuan pertama di Gedung DPR pada 15 April 2015, pertemuan kedua di Lantai 21 Hotel Ritz Carlton Jakarta pada 13 Mei 2015, dan pertemuan ketiga yang juga dihadiri oleh pengusaha M Riza Chalid di hotel yang sama pada 8 Juni 2015.

Dasco tidak muncul saat sidang dimulai sejak siang hingga petang.

Saat kebagian jatah bertanya, Dasco mempertanyakan Maroef tentang bahasan pertemuan pertama antara Maroef dan Novanto.

Maroef menjawab, pertemuan pertama dalam rangka courtesy visit ke pimpinan lembaga negara, yakni ke pimpinan MPR, DPD dan DPR.

Menurut Maroef, ada enam isu dibahas dalam pertemuan pertama saat itu. Dan pertemuan kedua, Novanto sudah mulai menyinggung kontrak karya PT FI.

Saat pertemuan ketiga yang juga dihadiri M Riza Chalid, renegosiasi perpanjangan kontrak karya dan pembagian saham PT FI dibahas lebih mendalam.

Dasco menanyakan, apakah Maroef memberikan sinyal kepada Novanto dan Riza Chalid, bahwa PT Freeport perlu bantuan perpanjangan kontrak pada pertemuan ketiga saat itu.

Sebab, Maroef justru merekam isi percakapan pertemuan itu.

Maroef tetap pada jawaban awal, tidak ada drinya memberikan sinyal permintaan bantuan kepada Novanto dan Riza Chalid saat itu.

Lantas, Dasco menyampaikan spekulasinya, bahwa pertemuan ketiga adalah operasi intelejen.

Yakni, operasi penciptaan kondisi pada pertemuan kedua dan diikuti perekaman dengan telepon genggam pada saat pertemuan ketiga.

“Bukan menjebak, tapi punya maksud untuk menciptakan sebuah counter issue apabila proses perpanjangan kontrak karya yang menurut saksi akan terganggu legislatif?” tanya Dasco.

Ma’roef yang duduk di tengah ruang sidang, membantah spekulasi Dasco itu.

Dasco meragukan orisinalitas isi rekaman yang diserahkan Maroef dan diputar di sidang MKD hingga ia menanyakan merk telepon genggam Maroef yang merekam percakapan itu. Dan Maroef menjawab, merk Samsung.

Bagi Dasco, jika berniat merekam, seharusnya Maroef sebagai mantan orang BIN membawa alat lebih canggih agar kualitas rekaman terjaga.

Sebab, suara yang terdengar dari rekaman telepon genggam itu sulit dicerna. Namun, Maroef mengaku tidak punya alat rekam yang canggih.

Lantas Dasco membuat pengakuan, dia sudah berkosultasi dengan Tenaga Ahli dan pakar audio frekuensi, bahwa rekaman yang jernih akan sulit diintervensi atau diedit.

Sementara hasil pemeriksaan mereka, diketahui ada frekuensi suara dari empat orang dalam percakapan pertemuan itu.

“Saya cek dengan TA kami dan audio frekuensi, disimak ada suara berapa? Mereka bilang 4 suara. Suara satu, dua, tiga, empat. Lalu, saya bilang, apakah suara yang keempat ikut berbicara? Menurut pakar audio frekuensi maupun TA, itu ada ikut di sela pembicaraan,” kata Dasco.

Selanjutnya, Dasco membacakan transkrip dari bagian rekaman suara orang keempat yang sudah diedit. Bagian itu adalah terkait dengan pembicaraan saham.

“Menurut saksi kami, itu terjadi dubbing, tapi gagal sehingga suara menumpuk,” kata Dasco.

Menurut Dasco, ada juga bagian rekaman pada menit 99.29 yang disinyalir telah diedit.

Lantas, Dasco menanyakan Maroef, apakah hanya tiga orang yang hadir di dalam pertemuan ketiga. Dan Maroef tegas menjawab, pertemuan ketiga hanya dihadiri tiga orang, yakni dirinya, Novanto dan Riza Chalid.

Dasco mempertanyakan Maroef, ada tidaknya permintaan bantuan ke orang lain untuk mengedit isi rekaman percakapan itu.

Namun, Maroef tetap menjawab tidak ada karena hanya tiga orang yang ikut pertemuan dan percakapan, yakni dirinya, Novanto dan Riza Chalid.

“Menurut TA kami, ada empat orang dengan suara keempat diedit sehingga terjadi dubbing. Makanya saya tanya, apakah saudara saksi sebelum memberikan copy kepada orang lain minta bantuan ahli untuk edit?” cecar Dasco.

Maroef menegaskan, “Rekaman yang saya berikan hanya satu flashdisk lengkap.” (Abdul Qodir)

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!