Nostalgia dan Tinta Emas Rossi Bersama Ban Mumi

redaksi.co.id - Nostalgia dan Tinta Emas Rossi Bersama Ban Mumi Michelin resmi menjadi ban MotoGP untuk musim balap 2016 tahun depan. Setelah tujuh absen dari gelaran...

12 0

redaksi.co.id – Nostalgia dan Tinta Emas Rossi Bersama Ban Mumi

Michelin resmi menjadi ban MotoGP untuk musim balap 2016 tahun depan. Setelah tujuh absen dari gelaran balap motor roda dua kelas Premier, produsen ban asal Prancis itu menggantikan Bridgestone yang pamit di musim 2014.

Serangkaian tes mulai dijalani oleh para rider menyongsong musim balap 2016. Selain fokus pada pengembangan motor, tidak sedikit pembalap yang mulai mempelajari karet hitam berlogo mumi ini. Salah satu yang menjajal ban Michelin di sesi pra musim adalah legenda MotoGP, Valentino Rossi.

Rider berjuluk The Doctor ini mengaku sepenuhnya belum puas dengan kinerja Michelin. November lalu, Rossi sempat dilanda kecemasan, dia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi dengan ban baru. Dia cemas, proses transisi dari Bridgestone ke Michelin terhambat.

“Sekarang bukan waktu yang tepat untuk menjawab soal ban, sebab kami belum mengetahui secara pasti. Tapi tes pertama dengan Michelin membuat kami cemas,” ujar Rossi sebagaimana dilansir dari Autosport, bulan lalu.

Menurut juara dunia MotoGP tujuh kali ini, Michelin belum sepenuhnya bisa beradaptasi dengan motornya. Hal ini diyakini Rossi bakal menjadi pekerjaan rumah bagi tim sebelum memulai kompetisi tahun depan.

“Saya berharap ini hanya soal waktu untuk mencari setingan tepat pada motor dengan menggunakan ban Michelin,” kata rider yang identik dengan nomor 46 ini.

Pekerjaan rumah menanti Rossi dengan ban Michelin. Menurut Rossi, karakter ban buatan Michelin sangat liar. Performa ban di mata Rossi bertolak belakang dengan karakter motornya.

Ternyata, bukan hanya Rossi seorang yang mengalami persoalan serupa. Sebelas rider MotoGP lainnya tumbang dalam sesi tes ban tersebut karena belum bisa beradaptasi dengan baik dengan karet hitam berdiamter 17 inchi ini.

Para pembalap setuju bila karakter ban Michelin berbeda dengan Bridgestone di mana grip (daya cekram) Michelin lebih besar dibagian belakang. Kebalikan dari Bridgestone; grip lebih besar di depan. Kesimpulan tersebut didapat dari tes pada November lalu.

“Saya telah membuktikan sendiri, saya jatuh ketika tes karena tiba-tiba ban depan kehilangan grip,” ujar Maverick Vinales, rider Suzuki.

Rossi sendiri sebenarnya memiliki sejarah bagus dengan pabrikan ban yang telah berdiri tahun 1889. Rossi tampil juara dunia 4 kali beruntun dengan ban Michelin pada musim 2002,2003,2004 dan 2005. Hingga kini, Rossi pun sulit menuliskan tinta emas tersebut.

Dalam rentang waktu tersebut, tiga produsen ban kelas kakap, Michelin, Bridgestone dan Dunlop menjadi ban resmi MotoGP. Di antaranya tiga produsen tersebut, Rossi menggunakan Michelin sejak musim 2002 hingga 2007, Rossi hanya dua kali gagal menjadi juara dunia.

Kemudian pada musim 2008, MotoGP menunjuk Bridgestone dan Michelin sebagai pemasok ban MotoGP. Rossi memilih Bridgestone dan keluar sebagai juara dunia. Musim selanjutnya, MotoGP menggunakan satu pemasok ban, Bridgestone. Dan, Rossi kembali tampil menjadi juara.

Setelahnya, Rossi gagal merebut juara dunia dengan ban buatan Jepang tersebut. Tapi kegagalan tersebut semata bukan karena faktor ban saja, tetapi juga masalah performa motor yang tidak kunjung beres.

Masalah itu terjadi ketika dia memperkuat Ducati. Bersama pabrikan Italia ini, prestasi Rossi terjun bebas hingga akhirnya dia memilih kembali ke Yamaha musim 2013. Selama periode kedua ini, Rossi gagal menjadi juara dunia.

Menatap musim 2016, Rossi mengaku bakal lebih sengit dan berat, terlebih bila berkaca dari musim 2015 di mana terdapat banyak intrik yang membuatnya gagal menjadi juara dunia.

Tapi sejatinya, Rossi pun tidak boleh patah arang mengingat dia memiliki kenangan bagus dengan Michelin di masa lalu. Lagipula, Rossi sendiri sudah sempat melihat ke arah yang positif dengan ban baru ini.

“Saya berlari jauh untuk memahami ban dan saya lebih cepat. Motor kami berkembang pesat dibanding hari sebelumnya dan ban tersebut (Michelin), utamanya pada bagian depan mampu memberikan umpan balik yang lebih baik dan ini yang terpenting,” ujar Rossi.

Michelin sebenarnya bukan pemain lama di dunia balap, khususnya MotoGP. Pabrikan ban yang bermarkas diClermont-Ferrand ini sejak era MotoGP pada 2000-an, Michelin sudah malang melintang di lintasan MotoGP.

Dorna selaku pengelola MotoGP sempat menunjuk tiga produsen ban pada 2002 lalu, yaitu Michelin, Bridgestone, dan Dunlop. Hingga musim 2007, komposisi pemasok ban MotoGP tetap tidak berubah.

Kemudian, pada musim 2008 MotoGP hanya menunjuk dua pemasok Michelin dan Bridgestone. Musim berikutnya, Bridgestone menjadi pemasok tunggal.

Lebih jauh ke belakang, setelah 36 tahun ambil bagian di MotoGP, Michelin mengantarkan 42 pembalap tampil sebagai juara. Lebih dari itu, 360 kemenangan juga didapat Michelin di kelas paling bergengsi.

Dilansir dari Autoevolution, pada 1973, Jack Findlay menjadi pembalap pertama yang keluar sebagai juara di Isle of Man TT. Joki asal Australia ini pun pertama kali menggunakan ban Michelin dengan teknologi slick buatan Michelin.

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!