Daftar Dosa & Kesalahan Van Gaal di MU

redaksi.co.id - Daftar Dosa & Kesalahan Van Gaal di MU Louis van Gaal tak mampu membawa timnya menang saat Manchester United menjamu West Ham United dalam...

27 0

redaksi.co.id – Daftar Dosa & Kesalahan Van Gaal di MU

Louis van Gaal tak mampu membawa timnya menang saat Manchester United menjamu West Ham United dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-15 yang mengambil tempat di Old Trafford, Sabtu (5/12) malam WIB.

Di pertandingan itu, tim Setan Merah yang ia pimpin menemui jalan buntu dan terpaksa menerima skor imbang 0-0.

Ini merupakan hasil imbang ketiga beruntun lainnya di semua kompetisi semenjak akhir Oktober silam. Saat itu, United bahkan mendapati laju empat laga tidak menang dan ditahan imbang lawannya sebanyak empat kali dengan mengemas hanya satu gol. Ya, Anda tak salah dengar, satu gol!Setelah tertahan di empat laga tersebut, United memang mampubangkit dan membukukuan tiga kemenangan beruntun atas CSKA Moskwa,West Bromwich Albion dan Watford.

Namun sejak itu, mereka tampil kurang meyakinkan dan saat ini tengah dalam laju tiga hasil imbang setelah ditahan PSV Eindhoven, Leicester City dan terakhir West Ham. Dan parahnya, laju buruk tersebut ditambah fakta bahwa mereka kembali hanya mampu mengemas satu gol.

Buruk | United bermain imbang di tiga laga beruntun dengan hanya mencetak satu gol.

Suporter di Theatre of Dreams semalam tampak frustrasi dengan permainan anak asuh Van Gaal. Mereka bahkan terus-menerus meneriakkan seruan attack, attack, attack, meski sang meener sudah pernah menekankan bahwa ia tidak tuli.

Adapun, suara seruan tersebut berkumandang di dalam stadion selama kurang lebih 15 menit pasca masuknya Memphis Depay di 17 menit terakhir.Ini bukan kali pertama Van Gaal menerima perlakuan seperti itu dari fans, yang sejatinya masih percaya bahwa tangan dinginnya bisa benar-benar menghadirkan keajaiban.

Akan tetapi, keajaiban itu tidak kunjung tercipta lantaran mantan pelatih timnas Belanda itu kerap berbuat dosa dan kesalahan di timnya sendiri.Seperti diketahui, Van Gaal dengan gaya diktatornya langsung ingin menunjukkan bahwa ia yang berkuasa ketika pertama kali tiba di musim panas 2014.

Dengan gampangnya, ia mendepak pemain yang kiranya tidak sejalan dengan filosofinya seperti Shinji Kagawa, yang di musim lalu dilepas kembali ke Borussia Dortmund, meminjamkan Javier Chicharito Hernandez ke Real Madrid, hingga menjual pemain penting di era Sir Alex Ferguson layaknya Rafael da Silva ke Olympique Lyon.Bisa saja pria berusia 64 tahun itu kini menyesali keputusannya lantaran pemain yang ia jual justru tak jarang banyak yang bersinar.

Ambil contoh Kagawa, yang di musim ini sudah menyumbang empat gol dan enam assists dari 15 penampilannya untuk Dortmund di Bundesliga.

Dan Chicharito, yang dilepas permanen ke Bayer Leverkusen di bursa transfer kemarin usai menuntaskan musim pinjaman di Madrid, bahkan kini sudah memborong 13 gol untuk timnya dari 21 penampilannya di semua kompetisi.

Hey You! | Chicharito menjadi mesin pencetak gol reguler untuk Leverkusen musim ini.

Insting Van Gaal tak selamanya tajam. Meski di masa lalu ia pernah melahirkan banyak legenda seperti Edwin van der Sar sampai Xavi Hernandez dan idola Bayern Munich era sekarang Thomas Muller, ia kiranya hanya menilai pemainnya dari pandangan pertama dan tak segan menghukumnya begitu sang pemain berbuat salah.Nasib kurang beruntung diterima oleh Chicharito, yang terpaksa menyudahi masa-masa indahnya di United dengan dijual ke Leverkusen setelah ia gagal mengeksekusi penalti dalam kemenangan 4-0 di markas Club Brugge di leg kedua babak play-off Liga Champions.

Waktu itu, Van Gaal tertangkap kamera bereaksi bak singa kaget yang kemudian mengundang legenda Meksiko Hugo Sanchez untuk mengkritik sikapnya.”Van Gaal membuat keputusan buruk dan itu bukan yang pertama kalinya, ia melakukannya 50.000 kali,” sindir Sanchez melalui laman Futbol Picante.”Saya pernah melatih dan seorang pelatih tidak seharusnya melakukan itu. Saya justru akan menyemangati pemain agar meningkatkan kepercayaan dirinya. Tapi apa yang dilakukannya… betapa bajingannya dia.””Itu memang laga yang kurang maksimal bagi Chicharito, tapi semua pemain bisa dalam situasi serupa. Van Gaal adalah bajingan, semoga publik sepakbola Inggris sadar akan sosoknya yang buruk, di mana ia memperlakukan pemainnya secara buruk.”Seharusnya Van Gaal bersikap lebih profesional, pemain layak diperlakukan secara profesional dan lebih manusiawi,” tukasnya.Momen itu diyakini menjadi salah satu penyebab terdepaknya Sang Kacang Polong dari skuat United musim ini.

Bahkan, mantan pemain Setan Merah Rio Ferdinand sampai dibuat heran dengan keputusan Van Gaal yang berani melepas Chicharito yang sejatinya memiliki insting tajam di depan gawang, selagi ia mengetahui bahwa timnya kekurangan opsi di lini depan.”Mereka [United] memiliki Chicharito di sana dan dia pemain fantastis – saya heran bagaimana dia tidak menjadi pemain reguler dalam tim tersebut, ujar Rio ketika Chicharito masih di bangku cadangan Old Trafford.

Saya pikir dalam hal pergerakan, ketika bola dialirkan menyamping, dia memiliki pergerakan terbaik di dunia.”Kesalahan lain yang dibuat Van Gaal sebenarnya cukup sepele, yakni ia dengan keras kepalanya TIDAK PERNAH mau memberi instruksi dari pinggir lapangan seperti pelatih lainnya lantaran ia terlalu percaya diri dengan pengarahannya di ruang ganti.”Saya tidak melihat adanya pengaruh dari saya ketika saya berdiri di sana dan berteriak,” kata Van Gaal akhir tahun lalu.”Mereka [para pemain] tidak akan mengerti Anda. Mungkin hanya ada satu pemain yang tahu, atau ketika Anda mengubah satu posisi individu yang juga memberikan pengaruh pada posisi lain. Jadi, makanya saya melatih mereka sepanjang pekan agar pemain bisa membawa situasi.”Kadang mereka tidak bisa membaca hal itu, tapi kemudian ada jeda laga atau Anda memiliki kesempatan melakukan pergantian pemain.Lalu Anda bisa mengatakan kepada pemain yang masuk mengenai bagaimana mereka harus bermain di posisi mereka.

Anda harus bisa mentransfer hal itu. Dengan fans Inggris sering berteriak, mereka takkan memahami Anda. Karena itulah saya selalu di bangku cadangan.Anda harus melatih mereka untuk bisa membaca pertandingan sendiri. Jauh lebih penting mereka bisa terlibat dalam pertandingan, mereka untuk bisa membuat keputusan sendiri. Seperti halnya anak kecil,Anda harus mendidik mereka,” tandasnya.Well, kiranya Van Gaal salah. Ibarat kata murid sekolah yang sudah diberi buku panduan, tidak semua langsung paham dengan mencerna sendiri. Ada kalanya mereka mengangguk saat diterangkan di kelas, namun ketika ujian sesungguhnya berlangsung, tak jarang ada yang melihat kanan-kiri.

Dengan kata lain, filosofi yang ingin ia terapkan tidak 100 persen bisa ditransfer kepada pemainnya.

Pemanas Bangku Cadangan | Van Gaal tidak pernah mau memberi instruksi dari pinggir lapangan.

Pada pertengahan pekan kemarin, Van Gaal memberi peringatan bahwa ia akan meninggalkan United apabila dirinya tetap tidak bisa melihat penggawa skuatnya sejalan dengan filosofi yang ia miliki.”Hal terpenting dalam benak saya adalah sebuah pemahaman searah antara pemain dan pelatih,” tutur Van Gaal dalam jumpa pers sebelum duel melawan West Ham.

“Itu penting bagi sebuah tim dan ketika saya merasa mereka mampu melakukannya, maka saya bisa menunjukkan kinerja maksimal.””Tapi jika tidak, saya orang pertama yang akan pergi karena saya telah membuktikan itu bersama klub-klub sebelumnya. Fantastis mendengar banyak orang akan berkata ‘Oh, ia sangat baik, membangun pondasi tim’, ketika saya nanti pergi. Jadi saya tekankan, harus ada afinitas dalam tim dan jika tidak, maka saya akan mundur.”Mundur adalah langkah terakhir, tapi jika ia benar-benar memutuskan hengkang, maka yang paling senang adalah para pemain asal Spanyol atau berbahasa Spanyol yang dikabarkan tidak senang dengan perlakuan Van Gaal terhadap kiper cadangan Victor Valdes.Seperti diketahui, Van Gaal dengan keji mencoret mantan kiper Barcelona itu, yang sejatinya ia promosikan sewaktu masih melatih di Camp Nou, lantaran dianggap membangkang dengan klaim yang bersangkutan tidak mau bermain untuk tim cadangan.Kabar terbaru adalah dilarangnya Valdes untuk menjalani latihan bersama skuat utama United mulai akhir September kemarin. Kiper berusia 33 tahun itu baru boleh latihan di markas The Red Devils,Carrington, ketika skuat utama tidak sedang menggunakannya.Selain itu Valdes juga hanya akan berlatih dengan pelatih tim junior klub, yang artinya dia tak akan mengadakan kontak dengan De Gea, Sergio Romero, dan Sam Johnstone, yang jadi tiga kiper kepercayaan Van Gaal musim ini.Mengingat hubungan yang dekat di antara pemain United, terutama yang berbahasa Spanyol, adalah hal yang wajar jika konflik antara sang manajer dan Valdes berimbas pada kebahagiaan mereka.

Tidak Bahagia | Spanish connection di United mungkin kecewadengan Van Gaal.

Sangat bisa dipahami ketika rekan Anda ada yang disakiti, katakanlah oleh bos Anda, maka Anda tentu takkan terima.

Akan tetapi, sang bos pada akhirnya tetap menjadi pemenang mengingat iayang memegang kendali selalu begitu namun tak jarang hati kecilakan berontak dan hal itu berpengaruh pada performa.United di musim ini masih memiliki banyak pekerjaan. Bursa transfermusim dingin mendatang harus benar-benar dimaksimalkan dengan kata lain kembali jor-joran.

Namun jika tidak kunjung memberikan hasil, lebih baik Van Gaal angkat kaki sebelum dipecat sebagaimanaPep Guardiola diyakini telah mengutarakan niatnya untuk melatih di Old Trafford.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!