Bioskop Diserbu Investor Asing, Bagaimana Nasib Perfilman RI?

redaksi.co.id - Bioskop Diserbu Investor Asing, Bagaimana Nasib Perfilman RI? Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berencana membuka keran investasi asing untuk masuk bisnis perfilman dalam penyediaan...

17 0

redaksi.co.id – Bioskop Diserbu Investor Asing, Bagaimana Nasib Perfilman RI?

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berencana membuka keran investasi asing untuk masuk bisnis perfilman dalam penyediaan layanan eksibisi atau bioskop. BKPM mengusulkan porsi maksimal 51 persen untuk investor asing.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, selama ini sektor perfilman tertutup untuk investor asing karena masuk dalam Daftar Negatif Investasi (DNI). DNI pun bakal diubah menjadi Pedoman Investasi (PI). Padahal, jumlah bioskop masih minim dan tidak sebanding dengan penduduk Indonesia.

“Selama ini di dalam DNI yang nanti diubah menjadi PI. Itu hanya boleh dibangun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) karena 100 persen PMDN. Faktanya bahwa bioskop Indonesia tidak lebih 2.000-3.000 jumlah bioskop,” kata dia di Bantaeng, Sulawesi Selatan, seperti ditulis Selasa(8/12/2015).

Melihat kondisi tersebut, Franky menuturkan jalan keluarnya adalah memperbanyak investor. Dia bilang, porsi kepemilikan tersebut belum bulat, namun bakal terbuka untuk asing.

“Mengundang investor pilihannya investasi apakah 49 persen atau dibuka sampai 100 persen,” ujar dia.

Sontak, dengan langkah tersebut investor asing akan membanjiri Tanah Air. Dia bilang, banyak negara menaruh minat untuk membenamkan modalnya di bisnis perfilman. “Kalau dibilang banyak, ada beberapa masuk terutama Korea,” tambah dia.

Namun begitu, pihaknya mengaku tak khawatir bakal mengganggu sektor perfilman di dalam negeri. Lantaran, dalam UU Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman mengemukakan konten lokal 60 persen dan sisanya asing. Dengan mengacu hal tersebut bioskop asing harus memutar mayoritas film lokal.

“Kalau itu dibuka, ada UU Film yang mengharuskan bioskop Indonesia harus menayangkan 60 persen film Indonesia. Kalau saya punya 10 layar dalam sebulan 1.000 kali tayang. 60 persen di dalam itu film Indonesia,” tandas dia. (Amd/Ahm)

(red/uhammad/irmansyah/MF)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!