ISIS Gunakan Aplikasi Khusus untuk Komunikasi

redaksi.co.id - ISIS Gunakan Aplikasi Khusus untuk Komunikasi ISIS dikabarkan membuat telepon pintar sendiri. Sebuah kelompok independen pemantau ISIS Ghost Security Group melaporkan selain menggunakan jejaring...

17 0

redaksi.co.id – ISIS Gunakan Aplikasi Khusus untuk Komunikasi

ISIS dikabarkan membuat telepon pintar sendiri. Sebuah kelompok independen pemantau ISIS Ghost Security Group melaporkan selain menggunakan jejaring sosial Facebook, Twitter dan aplikasi pesan seperti Telegram, ISIS juga mendistribusikan perangkat lunak komunikasi buatan mereka sendiri untuk menyebarkan pesan radikal. Para militan mengembangkan aplikasi telepon pintar yang dirancang dapat digunakan di perangkat Android.

Aplikasi ini digunakan sebagai alat komunikasi baru para militan. Seperti dilansir csmonitor.com, pakar keamanan mengatakan aplikasi ini tampaknya merupakan upaya baru mereka memotong platform media sosial yang kerap kurang aman.

Sebab platform media sosial kerap dengan mudah menjadi target serangan pemerintah atau kelompok independen yang bekerja mengumpulkan informasi digital mengenai ISIS.

“Mereka ingin membuat kemampuan komunikasi yang lebih aman daripada hanya memanfaatkan Twitter dan Facebook,” ujar Kepala Operasi di perusahaan konsultan pertahanan Kronos Advisory, Michael Smith II.

Smith bekerja sebagai penghubung antara Ghost Security dengan pejabat kontraterorisme Amerika. Aplikasi di telepon pintar terbaru ini menandakan ISIS mampu mengembangkan kapasitas yang lebih untuk menyebarkan informasi melalui salurannya sendiri.

Akun media sosial mereka seperti Twitter dan Youtube secara teratur mulai ditutup.

Namun menurut peneliti di Harvar Kennedy School dan juga mantan Wakil Khusus Departemen Luar Negeri AS untuk Masyarakat Muslim Farah Pandith, bagaimanapun ISIS telah mengandalkan banyak media sosial populer untuk berkomunikasi. “Mereka menggunakan platform yang sama yang digunakan ribuan orang lainnya,” katanya.

Tapi menurut Fred Cate, Ahli keamanan siber dan profesor di Universitas Indiana, meski ISIS menggunakan banyak aplikasi populer untuk berkomunikasi tak mungkin kelompok itu menggunakan teknik platform tunggal untuk merencanakan serangan.

Menurut dia jika berpikir sebagai teroris maka pasti akan memisahkan komunikasi berdasarkan tujuannya. “Idealnya (Anda) bahkan tak menggunakan perangkat yang sama, server yang sama, platform yang sama atau apapun yang sama,” ujarnya.

Para ahli mengatakan, meski ISIS dapat mengembangkan teknologi komunikasi sendiri tapi kelompok itu juga mengambil keuntungan signifikan dan kemudahan penggunaan aplikasi konsumen dan situs media sosial.

(red/atno/wi/anto/RDS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!