Nicklas Bendtner Lelah Menjadi "Badut"

redaksi.co.id - Nicklas Bendtner Lelah Menjadi "Badut" Nicklas Bendtner mengungkapkan unek-unek dan kekecewaannya terhadap media.Striker Wolfsburg itu menuding banyak media yang kerap menggambarkannya seperti seorang 'badut',...

21 0

redaksi.co.id – Nicklas Bendtner Lelah Menjadi "Badut"

Nicklas Bendtner mengungkapkan unek-unek dan kekecewaannya terhadap media.

Striker Wolfsburg itu menuding banyak media yang kerap menggambarkannya seperti seorang ‘badut’, yang tak mencerminkan upaya kerasnya di sesi latihan.

Bendtner adalah pemain yang sering mengeluarkan kata-kata unik ketika berhadapan dengan wartawan. Kepercayaan dirinya yang tinggi, membuat mantan striker Arsenal itu mendapatkan julukan ‘Lord Bendtner’, yang sesungguhnya berupa sindiran.

Bendtner menilai publik dan media tidak memberikan penilaian yang adil kepada dirinya.

“Saya tidak lagi mengabulkan semua permintaan wawancara. Saya lelah digambarkan sebagai seorang idiot,” kata Bendtner dalam wawancaranya dengan majalah Jerman, 11Freunde, seperti dikutip dari The Guardian.

Ketidakpercayaan Bendtner pada media berlanjut soal hambatannya di musim ini. Ia jarang mendapatkan waktu bermain. Bendtner diturunkan sebagai pemain inti di tiga laga musim ini.

Selebihnya ia lebih sering masuk ke lapangan dengan status sebagai pemain cadangan.

“Jurnalis yang saya percayai sekalipun tidak bisa menggambarkan kekecewaan saya ketika tidak bermain,” katanya.

Terlepas dari kekecewaannya dengan media dan juga kegelisahannya karena tidak bermain, Bendtner yakin ia masih bisa menjadi penyerang di klub papan atas Eropa. Ia pun siap membuktikan kata-katanya itu dengan usaha keras.

“Anda bisa bertanya kepada siapapun di Wolfsburg: Apakah Nicklas ada di pusat kebugaran sebelum berlatih? Apakah Nicklas ada di pusat kebugaran setelah berlatih? Dan semua orang akan mengonfirmasi bahwa saya melakukan hal-hal itu.”

Bendtner menyiratkan bahwa ia sedang membangun fisiknya terutama karena ia sering dikritik malas berlari untuk membantu pertahanan. Menurutnya, hal ini baru ia ketahui.

“Saya selalu memiliki gairah yang besar, namun terkadang tidak diimbangi dengan sudut pandang yang benar. Saya selalu berpikir bahwa kewajiban penyerang hanya untuk mencetak gol.”

Di laga selanjutnya menghadapi Manchester United, Bendtner berharap pelatih Dieter Hecking bersedia membayar semua kerja kerasnya dengan satu tempat dari menit pertama.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!