'Muslim AS Marah Besar Atas Komentar Donald Trump'

redaksi.co.id - 'Muslim AS Marah Besar Atas Komentar Donald Trump' Merespons desakan Donald Trump yang meminta agar memberlakukan larangan muslim masuk AS, Sekjen Dewan Muslim AS...

16 0

redaksi.co.id – 'Muslim AS Marah Besar Atas Komentar Donald Trump'

Merespons desakan Donald Trump yang meminta agar memberlakukan larangan muslim masuk AS, Sekjen Dewan Muslim AS dikatakan marah besar.

Bahkan, dikutip dari LA Times, Sekjen Dewan Organisasi Muslim AS Oussama Jammal menyebutkan bahwa seluruh komunitas Muslim AS marah atas komentar kandidat capres AS itu.

“Sayang sekali seorang kandidat capres AS memiliki pandangan seperti itu. Itu bukanlah yang AS mau,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa pernyataan tersebut artinya menentang nilai-nilai yang selama ini AS tanamkan sebagai nilai luhurnya.

Oussama juga menyebut muslim AS adalah komunitas yang pekerja keras dan berperan penting bagi masyarakat AS, mengingat banyak dokter, profesor, dan insinyur AS yang datang dari komunitas muslim AS.

“Trump tidak menyadari seberapa besar upaya komunitas muslim untuk melawan tindak kekerasan,” tambahnya lagi.

Dalam pidato kampanyenya pada Senin (7/12/2015), Donald sempat mengajukan desakan untuk melarang muslim masuk ke AS, terkait serangan teror yang terjadi di California, AS.

Menurutnya, larangan itu harus diberlakukan sampai AS bisa memahami ancaman dan permasalahan yang ditimbulkan oleh serangan-serangan dari “orang-orang yang hanya percaya jihad”.

‘Kita tak punya pilihan lagi’

Kandidat capres AS Donald Trump kembali menarik perhatian publik melalui pernyataannya.

Kali ini, ia mendesak agar muslim dilarang saja masuk AS.

Dalam pidato kampanyenya di South Carolina, AS, Senin (7/12/2015), Donald mengajukan idenya agar larangan tersebut diberlakukan untuk semua muslim.

Ketika ditanya oleh Reuters, manajer kampanye Donald Corey Lewandowski mengatakan bahwa desakan larangan tersebut berlaku untuk pelajar, wisatawan, dan pengunjung lainnya.

Tak disangka, desakan Donald itu kemudian disambut riuh tepuk tangan oleh hadirin kampanyenya itu.

Donald juga mengatakan idenya itu telah disetujui teman-teman muslimnya.

“Kita (AS) sudah tak punya punya pilihan lagi,” katanya berulangkali, di tengah riuh suara tepuk tangan dan seruan dari hadirin.

Meski mendapat banyak kritik, seperti dari pengamat dan kandidat capres AS lainnya, Donald hanya mengatakan: “Kita harus melihat apa yang sedang terjadi.”

Menurutnya, ide larangan itu datang setelah ia menganggap bahwa Islam berakar pada kebencian dan kekerasan.

Hal ini bertentangan dengan apa yang dikatakan Presiden AS Barack Obama sebelumnya, yang belum lama mengomentari soal insiden penembakan di California, mengatakan diskriminasi terhadap muslim jangan sampai terjadi.

Obama juga menyebutkan bahwa perlawanan terhadap teroris jangan dianggap sebagai perang antara AS dan Islam.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!