Menteri Susi: Hadapi MEA, Tenaga Kerja RI Kurang Asupan Gizi

226

redaksi.co.id – Menteri Susi: Hadapi MEA, Tenaga Kerja RI Kurang Asupan Gizi

Indonesia akan segera terjun dalam pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pada era ini, produk dan jasa di Asia Tenggara akan bebas masuk di negara-negara dalam kawasan tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, para tenaga kerja Indonesia harus meningkatkan kemampuan diri jika tidak ingin kalah saing dengan pekerja dari negara lain.

Dia mencontohkan, selama ini paradigma terhadap para tenaga kerja Indonesia (TKI) hanya sebagai pembantu rumah tangga atau household yang pekerjaannya mencuri piring.

“Kita akan bersaing saat MEA nanti, mau jadi apa orang Indonesia? Mau jadi tukang cuci piring?,” ujar dia di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (11/12/2015).

“Kita household, sedangkan Filipina lebih baik, housekeeping yang kerjanya terima telepon, bersihin tempat tidur, mengatur jdwal supir,” kata dia.

Susi menuturkan, hal ini karena TKI kurang handal dan kurang cepat. Akar permasalahannya, lanjut dia, karena sejak kecil orang-orang Indonesia kurang mendapat asupan makanan bergizi. Padahal laut Indonesia begitu luas dan punya banyak ikan yang kaya protein.

“Karena kemampuan kita dianggap kurang cepat, kurang tanggap. Karena masyarakat tidak sempat nikmati makanan bergizi,” lanjutnya.

Susi mengingatkan, pada era yang semakin terbuka tenaga kerja Indonesia mau tidak mau harus bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.

“Kompetisi makin keras, pemerintah sudah pikirkan bagaimana untuk mengejar kualitas bukan kuantitas. Globalisasi ini tidak bisa kita bendung, kita tidak bisa proteksi diri. Kalau mau proteksi diri ya kita harus keep moving, keep up grade, open to change, kalau kita ikuti malas ya malas,” tandas Susi. (Dny/Ahm)

(red/ijayanto/W)

loading...

Comments

comments!