Soal Prostitusi Artis, Jupe: Jahat, Giliran Ceweknya Lho Ekspose

redaksi.co.id - Soal Prostitusi Artis, Jupe: Jahat, Giliran Ceweknya Lho Ekspose JAKARTA - Julia Perez alias Jupe meluapkan kekesalannya terhadap pemberitaan prostitusi online di kalangan artis.Melalui...

53 0

redaksi.co.id – Soal Prostitusi Artis, Jupe: Jahat, Giliran Ceweknya Lho Ekspose

JAKARTA – Julia Perez alias Jupe meluapkan kekesalannya terhadap pemberitaan prostitusi online di kalangan artis.

Melalui akun twitter-nya Jupe ‘mengamuk’ dan menganggap pemberitaan terkait prostitusi ini terlalu memojokkan perempuan. Menurut Jupe, mestinya yang memesan para artis juga mestinya diekspose.

Iyaa lo jahat lah.. Giliran cewe nya lo expose!! Coba lo expose yg mesen nya???!! Penzoliman!! Gendre! Ente!! Apa krn dia yg punya duit??!” tulis mantan kekasih Gaston Castano ini.

Kicauan Jupe ini pun mendapat respon dari followers, ada yang mendukung ada yang berpendapat lain.

“Setuju!! Dengerin Jupe nih. Tambah seru kalo yang mesen ditampilin. Biar malu semuanya,” tulis follower @Bayu_Septiagung.

Akun @Arya berkicau, “semua itu karena si cewe…kalo cewe nya takut dosa dia pasti gak mau lah.”

“Kak jupe jangan ikut” seperti mereka yaa, aku sayang kak jupe,. :),” tulis @Agustina.

Prostitusi artis

Sekadar diketahui, isu prostitusi artis kembali mencuat setelah polisi menangkap NM dan PR Kamis (10/12) lalu saat hendak bertransaksi di sebuah hotel berbintang di Jakarta.

NM yang belakangan diketahui adalah Nikita Mirzani menjadi buah bibir.

Artis dan prostitusi kini menjadi topik hangat. Sejak mucikari Robbie Abbas alias Obbie atau RA ditangkap Mei lalu, satu per satu artis perempuan kemudian terseret-seret dalam prostitusi online.

Sebelum Nikita, sebut saja, Amel Alvi, Anggita sari dan Tyas Mirasih juga ikut disebut masuk dalam sindikat ini.

Korban vs Pelaku

Pernyataan penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri bahwa Nikita Mirzani merupakan korban tindak pidana perdagangan orang melalui praktik prostitusi, menuai kontroversi di masyarakat.

Beberapa pakar hukum pidana dan kriminolog berpendapat bahwa Nikita pada dasarnya tak termasuk sebagai korban. Nikita seharusnya menjadi bagian dari tindak kejahatan itu sendiri.

Lantas, apa penjelasan penyidik atas pendapat itu?

Kepala Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes (Pol) Umar Surya Fana menjelaskan, pada dasarnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) hanya mengenal dua obyek, pelaku dan korban.

Obyek pelaku, berdasarkan Pasal 1 ayat (2) UU TPPO adalah “setiap orang yang melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut di wilayah NKRI”.

Adapun, obyek korban diatur dalam Pasal 1 ayat (3) UU yang sama.

Bunyinya, “korban adalah seseorang yang mengalami penderitaan psikis, mental, fisik, seksual, ekonomi dan atau sosial yang diakibatkan tindak pidana perdagangan orang”.

“Pelaku bertujuan mengeksploitasi korbannya, yakni Nikita. Dalam bagian penjelasan UU itu juga, salah satu jenis eksploitasi adalah pelacuran,” ujar Umar kepada Kompas.com, Minggu (13/12/2015).

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!