Mat Drajat "Preman Pensiun" Menangis Bicara Soal Keluarga

redaksi.co.id - Mat Drajat "Preman Pensiun" Menangis Bicara Soal Keluarga Air mata Mat Drajat tiba-tiba menetes jatuh saat wawancara di kantor Tabloid Bintang beberapa waktu lalu.Kami...

60 0

redaksi.co.id – Mat Drajat "Preman Pensiun" Menangis Bicara Soal Keluarga

Air mata Mat Drajat tiba-tiba menetes jatuh saat wawancara di kantor Tabloid Bintang beberapa waktu lalu.

Kami kaget. Ternyata saat berbicara soal keluarga, Mat Drajat tidak bisa menahan haru. Mat Drajat bercerita soal perjuangan mendapatkan restu keluarga saat hendak syuting Preman Pensiun.

Beberapa anggota keluarga merendahkan kemampuan Mat Drajat. Pertama, karena faktor usia yang sudah tua dan kedua, soal penampilannya.

“Ada beberapa anggota keluarga yang menilai saya negatif, tetapi saya yakin rezeki itu tidak lari ke mana. Saya pernah merasa sulit mendapatkan uang. Uang 3 juta itu susahnya bukan main mendapatkannya, sekarang uang 25 juta bisa saya dapat dalam waktu hanya 3 jam,” ujar Matt sambil terisak.

“Ibu saya sakit lagi sekarang. Saya harus berpikir lagi, untuk berkonsentrasi mengurus ibu dan bekerja mencari nafkah. Karena saya berusaha tetap profesional kepada orang yang sudah memberikan pekerjaan kepada saya,” urai Mat Drajat.

Sang ibu, Hj. Supiah, memang sudah lama sakit. Saat ada libur, Mat langsung pulang ke Depok, mengurus ibunya melawan penyakit komplikasi. Mat bersyukur masih bisa membuat bangga sang ibu, yang tengah memerangi penyakit, akan kesuksesannya. Turut berbangga pula istri dan keempat anak Mat. “Istri sudah saya beri tahu kalau saya jarang pulang, karena bekerja mencari nafkah keluarga,” sambungnya.

Mat Drajat sadar banyak kesalahan yang sudah ia perbuat di masa lalu, terlebih kepada sang ibu. Peristiwa emosional hampir satu tahun lalu kembali digali dari memorinya. Saat sebagian orang meremehkan, sang ibu memberikan restu paling besar kepada Mat. Naluri sang ibu berkata, keputusan Mat membintangi sinetron PP tepat.

“Saya mengambil baskom berisi air, lalu saya basuh kedua kaki ibu saya. Saya meminta maaf kepada ibu, sudah banyak sekali dosa yang saya lakukan. Lalu air bekas cucian kaki ibu saya pakai untuk mandi dan wudu sebelum saya salat,” kisah Mat Drajat.

Kasih sayang ibu kepadanya tidak pernah lekang oleh waktu. “Ibu memaafkan kesalahan saya selama ini, ibu bilang begini: sudah, aku maafkan, anakku. Rasa cinta ibu kepada saya benar-benar membuka pintu rezeki untuk saya. Setelah saya mencuci kaki ibu, saya langsung berangkat ke Bandung untuk kali pertama syuting Preman Pensiun dan hasilnya bisa dilihat sekarang,” tutup Mat Drajat.

(han/red)

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!