Kisah Arun, Pria Berkaki Empat

257

redaksi.co.id – Kisah Arun, Pria Berkaki Empat

Arun Rajput terlahir dengan empat kaki. Hingga ia berusia 20 tahun, dua kaki yang menempel di belakang tubuhnya itu, tidak dioperasi.

Malang bagi pria ini, sejak lahir, Arun dan keluarganya, dijauhi warga desa Farrukhabad di Uttar Pradesh, India, karena dianggap sebagai kutukan.

Warga bahkan menyebut kelahirannya dengan empat kaki itu sebagai tanda kehancuran dan kematian menimpa masyarakat.

Seperti dilansir weirdasia, Arun bahkan dinyatakan warga sebagai setan.

Kondisi Arun adalah hasil dari kembar parasit yang melekat dari punggung bawahnya saat masih dalam kandungan.

Kedua kaki tambahan itu dibiarkan selama bertahun-tahun, dan tumbuh seperti sisa tubuh.

Akibat disebut sebagai kutukan, Arun kemudian meninggalkan desa. Dia memakai celana yang dibuat khusus, yang memiliki ruang untuk dua kaki tambahannya.

Nasib buruk memang sudah ia alami sejak lahir.

Ketika lahir, ibu Arun, Lila Devi, sudah berusaha membawanya ke sejumlah dokter, namun tidak ada yang bersedia membantunya.

Setiap kali bertemu tim medis, dokter mengatakan operasinya akan biaya lebih dari $70.000, jauh dari kemampuan Lila dan suaminya Ananth, yang hanya bekerja sebagai buruh di sebuah peternakan lokal.

Setelah itu, tiga kali dalam setahun, warga mendatangi rumahnya dengan membawa api. Warga kemudian berteriak: “setan harus dibuang ke dalam kegelapan tempat darimana dia datang.”

Yang lain berteriak: “Desa ini perlu dibersihkan dari setan.”

Eskalasi permusuhan terhadap Arun tahun lalu meningkat, yang mendorong dia untuk pergi dari desa.

Namun, tetap berusaha bagaimana ia bisa mengoperasi dua kaki yang tumbuh di belakang tubuhnya itu. Ia ingin mewujudkan cita-citanya sebagai guru.

Keluarga ini berencana pergi ke Pakistan, setelah mendapat informasi di negara itu bayi laki-laki lahir dengan enam kaki bisa mendapatkan operasi dengan cepat dan bantuan dari pemerintah.Namun, ia tetap berupaya mendapatkan bantuan operasi kakinya dari pemerintah India, tanah kelahirannya.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

loading...

Comments

comments!