Ini Kata Ruki Soal Kasus Samad dan BW

redaksi.co.id - Ini Kata Ruki Soal Kasus Samad dan BW Pimpinan Kompisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melakukan segenap upaya untuk menghentikan kasus penyidikan Abraham Samad...

36 0

redaksi.co.id – Ini Kata Ruki Soal Kasus Samad dan BW

Pimpinan Kompisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melakukan segenap upaya untuk menghentikan kasus penyidikan Abraham Samad dan Bambang Widjojanto di kepolisian.

Ketua sementara KPK Taufiequrrachman Ruki mengatakan bahkan pihaknya intens melobi Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti baik jalur resmi dan tidak resmi agar menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap Samad dan Bambang.

“Polri menolak karena mereka mengatakan ‘Kami Profesional’,” kata Ruki di Auditorium KPK, Jakarta, Selasa (14/12/2015).

Menurut Ruki, mereka tidak bisa berbuat banyak ketika kepolisian tidak mau menerbitkan SP3. Pensiunan jenderal bintang dua Polri itu mengatakan pihaknya tidak ingin memaksa Polri karena itu karena bisa membuat keributan antar kedua penegak hukum itu.

Ruki menambahkan, pihaknya juga sudah bekerja keras agar kasus Novel Baswedan juga dihentikan. Akan tetapi, lanjut dia, lagi-lagi mereka ditolak kepolisian.

Untuk itu, Ruki mengatakan pihaknya kemudian mendatangi Kejaksaan Agung karena berkas novel sudah dilimpahkan.

Permintannya agar dikeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2).

SKP2 itu juga ternyata tidak digubris Kejaksaan. Lobi KPK hanya berhasil agar Novel tidak perlu ditahan dengan jaminan dari seluruh pimpinan KPK.

“Kami datangani Kejaksaan. Saya minta tidak ditahan dengan jaminan pribadi. Kami berlima teken. Oleh karena itu Novel bis kita antar ke Bengkulu. Kemudian bisa bertugas lagi seperti biasa. Kalau saudara Novel tidak dilindungi, sama halnya dengan saya menjerumuskan,” beber Ruki.

Ruki menambahkan, KPK memberikan bantuan penuh baik hukum yakni pendampingan dari Biro Hukum KPK dan materi untuk ongkos Novel dari Jakarta ke Bengkulu dan sebaliknya.

Terakhir, Ruki mengatakan pembelaan atau dukungan untuk Samad, Bambang dan Novel adalah di pengadilan.

Bahkan jika ketiganya dinyatakan bersalah, Ruki mengatakan pihaknya akan mengajukan banding.

Bahkan, menurut dia, pihaknya akan melobi Presiden Joko Widodo untuk memberikan deponeering.

“Kami gunakan cara-cara kami yang menurut kami cara elegan,” tukas Ruki.

Sekadar informasi, Abraham Samad terpaksa dinonaktifkan dari kursi ketua KPK karena terjerat kasus pemalsuan dokumen saat masih berdomisili di Makassar.

Sementara Bambang terjerat kasus soal mengarahkan saksi memberikan keterangan saksi palsu saat sidang perselisihan hasil pemilihan umum kepal daerah Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2010. Bambang saat itu adalah pengacara.

Adapun Novel ditetapkan tersangka kasus penganiayaan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet saat menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada 2004.

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!