Penemu Senior ISIS Bakal Dapat Imbalan Rp 138 Miliar

redaksi.co.id - Penemu Senior ISIS Bakal Dapat Imbalan Rp 138 Miliar Saat ini, sebagian besar warga dunia mungkin tengah mengecam berbagai aksi kejam ISIS. Kelompok islam...

18 0

redaksi.co.id – Penemu Senior ISIS Bakal Dapat Imbalan Rp 138 Miliar

Saat ini, sebagian besar warga dunia mungkin tengah mengecam berbagai aksi kejam ISIS. Kelompok islam militan tersebut seringkali melakukan aksi teror yang membuat masyarakat dunia merasa ketakutan.

Pimpinan senior ISIS Abu Bakr al-Baghdadi sendiri, kini menjadi salah satu buronan paling dicari di seluruh pelosok dunia. Pemerintah Amerika Serikat bahkan menawarkan hadiah senilai US$ 10 juta atau Rp 139,7 miliar (kurs: Rp 13.969/US$) bagi siapa saja yang mampu membantu menemukan al-Baghdadi.

Bulan lalu, tentara militer Irak mengklaim telah berhasil menghancurkan kendaraan konvoi yang ditumpangi al-Baghdadi. Namun hingga saat ini, al-Baghdadi masih belum ditemukan dan AS terus menerus mengejarnya.

Seperti apa sosok al-Baghdadi yang kini menjadi salah satu buronan paling berbahaya di dunia? Berikut ulasan singkatnya seperti dilansir dari laman newsweek.com, bbc.com, CNN, dan sejumlah sumber lain, Senin (14/12/2015):

Sosok senior ISIS, al-Baghdadi

Al-Baghdadi diyakini lahir di Samarra, sebelah utara kota Baghdad pada 1971. Sejak kecil, pria ini dikenal sangat pendiam dan jarang bergaul dengan teman-teman seumurannya.

Beberapa teman sekolahnya mengatakan, al-Baghdadi sejak kecil sudah tampak sangat islami. Dia senang memanjangkan janggut dan selalu menenteng Al-Quran kemanapun.

Al-Baghdadi juga terkenal pandai bermain sepakbola. Beberapa teman pengajiannya bahkan mengumpamakan gaya bermain al-Baghdadi sehebat Lionel Messi, sang penyerang asal Argentina.

Namun dia menghabiskan lebih banyak waktu di ibukota Irak untuk belajar di sebuah universitas. Lebih dari 10 tahun hingga 2004, dirinya tinggal di sebuah ruangan dekat masjid kecil di lingkungan yang terbilang miskin.

Al-Baghdadi, sang teroris

Banyak pihak meyakini al-Baghdadi mulai menjadi jihadis militan di bawah pemerintahan Saddam Hussein. Namun ada juga yang mengatakan, al-Baghdadi menjadi radikal setelah empat tahun berada di Camp Bucca, sebuah tempat milik AS di bagian selatan Irak di mana para pimpinan al-Qaeda ditahan.

Dia muncul sebagai pimpinan al-Qaeda di Irak, salah satu grup yang kemudian menjadi ISIS pada 2010.

Al-Baghdadi dan para pejuangnya meyakinkan al-Qaeda bahwa dirinya kini telah memegang jabatan yang lebih tinggi di antara banyak militan muslim.

Selama ini, al-Baghdadi dikenal sebagai perancang perang yang handal. Seluruh rencananya juga terstruktur dengan sangat rapih.

Dia bahkan memulai banyak kesepakatan penyerangan dengan beberapa kelompok teroris lain. Dirinya selalu tampil sebagai pimpinan penyerangan.

Hadiah Rp 140 Miliar

Selama beberapa tahun, al-Baghdadi telah membangun reputasinya sebagai pengatur taktik perang yang handal dan rapih. Hal ini juga telah membuat banyak jihadis muda yang tertarik untuk bergabung dengan ISIS yang dipimpin al-Baghdadi.

Pada Oktober 2011, pemerintah AS secara resmi mengumumkan al-Baghdadi sebagai teroris. Tak hanya itu, pemerintah AS bahkan menawarkan hadiah senilai Rp 140 miliar, bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi mengenai al-Baghdadi.

Namun sayang, indentitasnya hingga saat ini masih tidak pasti karena dirinya seringkali mengenakan cadar saat memberikan pengarahan pada anak buahnya. Keberadaannya juga tak pernah jelas. Artinya, banyak sekali pertanyaan mengenai keberadaan salah satu pimpinan kelompok jihad paling dicari di dunia ini.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!