Wapres JK: Industri RI Jangan Seperti China Timbulkan Kabut Asap

200

redaksi.co.id – Wapres JK: Industri RI Jangan Seperti China Timbulkan Kabut Asap

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta industri di Indonesia agar lebih memperhatikan lingkungan. Ia berpesan agar industri dalam negeri jangan sampai seperti industri di China.

“Kita tidak ingin nanti industri di Indonesia tidak berkembang seperti di China, Beijing. Asap kabut di mana-mana merusak lingkungan sendiri. Ongkos memperbaikinya begitu besar, maka dari sekarang kita harus siap untuk berubah,” kata JK, dalam acara pemberian Penghargaan Industri Hijau, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

“Pada dewasa ini lingkungan hidup, green energy, green industri sudah menjadi bagian dari keharusan kita semua untuk kehidupan sekarang dan akan datang,” tambah dia.

JK menuturkan, ada pergeseran tren industri yang terjadi. Zaman dulu, lanjut dia, kota yang dianggap maju industrinya adalah kota yang punya cerobong asap hitam, seperti Manchester, Detroit, Pitsburg.

Seiring berjalannya waktu, dunia industri mengalami kemajuan. Kota yang penuh asap karena industrinya tidak lagi diterima dan termasuk sebagai kota terjelek di dunia.

“Setelah berpuluh-puluh tahun dan terakhir di Paris, dunia sudah mendeklarasikan tekad kita untuk memperbaiki kehidupan anak cucu kita dengan berpedoman pada perbaikan lingkungan agar climate change tidak menyebabkan musibah pada masa datang,” papar mantan Ketua Umum Golkar.

JK mengingatkan sesuai persetujuan perubahan iklim di Paris atau COP21, maka industri yang punya emisi besar harus membayar lebih dan uang tersebut diberikan pada daerah yang banyak menyerap emisi.

“Agar rumah kaca tidak sampai batas 2 derajat dalam waktu 100 tahun itu harus tercapai. kalau tidak dunia ini akan berubah untuk masa ke masa depan,” tutur JK.

Penghargaan Industri Hijau

Menteri Perindustrian Saleh Husin menambahkan pemberian Penghargaan Industri Hijau sudah dilaksanakan sejak 2010. Dalam rentang 2010_2015, secara kumulatif tercatat 452 perusahaan industri menjadi peserta.

Khusus tahun ini, diikuti 112 perusahaan industri yang terdiri dari industri semen, peleburan baja, tekstil, crumb rubber, makanan serta minuman, pulp serta kertas, keramik, oleokimia, petrokimia, pupuk, crude palm oil, crude coconut oil, pelumas, kosmetik, gula, herbisida, dan otomotif.

“Berdasarkan penilaian, penerima penghargaan industri hijau 2015 sebanyak 102 perusahaan, yang terdiri dari 59 perusahaan dengan level 5 dan 43 perusahaan level 4,” tandas Saleh.

Perusahaan industri hijau yang termasuk level 5 antara lain adalah PT Pindad (Persero) Pabrik Manufaktor Bandung, PT Holcim Indonesia Tbk. Pabrik Cilacap, dan PT Holcim Indonesia Tbk. Narogong.

Sementara, perusahan industri hijau yang termasuk level 4, antara lain adalah PT Prima Sejati Sejahtera, PT Toba Pulp Lestari, dan PT Monagro Kimia Tangerang Plant. (Silvanus A/Ahm)

(red//ur/sikin/MNA)

loading...

Comments

comments!