Jelang Akhir Tahun, Menkeu Beberkan Isi Dompet Negara ke DPR

186

redaksi.co.id – Jelang Akhir Tahun, Menkeu Beberkan Isi Dompet Negara ke DPR

Dua minggu jelang akhir tahun, Komisi XI DPR RI mengundang pemerintahdalam rapat kerja untuk memperbarui perkembangan terkini soalpenerimaan negara. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro membeberkan keuangan negara sejakperiode Januari-November, hingga proyeksi sampai akhir tahun ini.

Saat raker di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/12/2015) malam, Bambangmengungkapkan, realisasi pendapatan negara hingga periode 30 November2015 sebesar Rp 1.223,6 triliun atau 69,5 persen dari target APBN-Ptahun ini. Sedangkan posisi sampai tadi pagi, diakuinya sudah mencapai74 persen.

Penerimaan perpajakan, lanjutnya terkumpul Rp 1.015,6 triliun atau68,26 persen dari target sampai dengan akhir November ini. Angka iniRp 16 triliun lebih tinggi dibanding periode yang sama 2014.

Penerimaan pajak terealisasi Rp 830,7 triliunsejak Januari-November2015 atau lebih tinggi Rp 19 triliun dibanding periode sama 2014.Sedangkan penerimaan bea cukai terkumpul Rp 138,6 triliun atau lebihrendah dari sebelumnya Rp 141,7 triliun.

Sementara belanja negara, realisasinya mencapai 78,1 persen atau Rp1.548 triliun. Pada posisi tadi pagi sebesar 82,6 persen dari APBN-P.Belanja Kementerian dan Lembaga terserap Rp 538,7 triliun atau 67,7 persensampai akhir November ini, lebih tinggi Rp 100 triliun dibandingbelanja Kementerian dan Lembaga di periode yang sama 2014.

Belanja non Kementerian/Lembaga sebesar Rp 403,5 triliun atau jauh dibawah realisasi tahun lalu karena ada subsidi bahan bakar minyak(BBM). Transfer ke daerah sampai 30 November 2015 Rp 606,7 triliunatau 91,3 persen. Jumlah ini lebih tinggi Rp 76 triliun dibandingperiode yang sama tahun lalu.

“Sehingga defisit anggaran Rp 325,2 triliun atau 2,86 persen dari PDB.Maka diperlukan pembiayaan yang sudah dilakukan Rp 330,8 triliun ataulebih tinggi dibanding proyeksi APBN Rp 220,5 triliun karena terjadipelebaran defisit. Posisi Silpa Rp 5,6 triliun,” jelas Bambang.

Ia memproyeksikan, sampai akhir tahun ini, penerimaan pajak bakalmengalami kekurangan Rp 195,7 triliun, sementara Rp 40,2 triliunkekurangan penerimaan bea cukai. Dan shortfall PNBP diperkirakan Rp35,09 triliun.

Dengan perhitungan kekurangan tersebut, Bambang optimistis di akhirtahun nanti, penerimaan negara akan terkumpul sebesar Rp 1.522,4triliun atau 86,4 persen dari target APBN-P 2015. Penerimaanperpajakan diharapkan meraup 85,8 persen senilai Rp 1.277 triliun,PNBP Rp 241,8 triliun atau 89,9 persen.

Kemudian belanja negara diproyeksikan terserap 92,2 persen atau Rp1.829,7 triliun, belanja Kementerian/Lembaga terserap Rp 724 triliun,non Kementerian dan Lembaga Rp 483 triliun dan transfer daerah 96,6 persensenilai Rp 642,2 triliun.

“Diperkirakan defisit anggaran 2,7 persen senilai Rp 307,3 triliun.Butuh pembiayaan sebesar itu, dan dapat dipenuhi dari pembiayaan dalamnegeri Rp 286 triliun dan luar negeri Rp 21 triliun,” pungkas Bambang. (Fik/Gdn)

(red//ainuddin/MZ)

loading...

Comments

comments!