Waduk Terbesar Kedua di RI Bisa Dipakai untuk PLTA 110 MW

redaksi.co.id - Waduk Terbesar Kedua di RI Bisa Dipakai untuk PLTA 110 MW Proyek waduk Jatigede, SUmedang, Jawa Barat, punya banyak fungsi. Selain untuk pengairan, waduk...

21 0

redaksi.co.id – Waduk Terbesar Kedua di RI Bisa Dipakai untuk PLTA 110 MW

Proyek waduk Jatigede, SUmedang, Jawa Barat, punya banyak fungsi. Selain untuk pengairan, waduk terbesar kedua di Indonesia ini juga bakal jadi sumber tenaga untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pembangunan Waduk Jatigede, Airlangga Mardjono menuturkan, utamanya proyek bendungan ini bisa difungsikan untuk PLTA berkapasitas 110 MW.

“Kita kerjasama dengan PLN, nanti PLN yang bangun. Hasilnya masuk ke pasokan Jawa dan Bali,” tuturnya di Sumedang, Jawa Barat, ditulis Jumat (18/12/2015).

Perkembangan proyek tersebut saat ini tengah menunggu proses pengairan terisi. Dia melanjutkan, selain PLTA berkekuatan 8 MW yang juga untuk memasok kebutuhan listrik Jawa Bali.

Baca Juga

Bendungan Kedua Terbesar RI Baru 14% Terisi Air

Pemerintah Berhati-hati Selesaikan Situs di Waduk Jatigede

Waduk Jatigede Resmi Diairi

“Fungsi sekarang sudah bisa mengairi PLTA Parakan Pondang. Sebesar 18 meter kubik per detik, dan membangkitkan listrik 8 MW. Masuk ke dalam sistem Jawa Bali. Termasuk PLTA yang 110 MW juga masuk dalam listrik Jawa Bali,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, Trisasongko Widianto mengatakan, waduk berkapasitas 980 juta meter kubik ini bisa mengairi 90.000 hektar area persawahan.

Saat ini, waduk tersebut sudah bisa mengairi persawahan dengan debit air 40 meter kubik per detik.”Nanti bisa mengairi wilayah Kuningan, Majalengka, dan Indramayu,” tuturnya.

Tri melanjutkan, proyek pengisian air (impounding) waduk Jatigede, belum rampung 100 persen. Meski begitu, waduk ini sudah bisa berfungsi sebagai irigasi.

Waduk kedua terbesar di Indonesia ini mulai diisi air pada 31 Agustus 2015 lalu. Hingga kini, proses pengisian air baru mencapai 14 persen, atau sekitar 135,5 juta meter kubik dari total 980 juta meter kubik.”Volume masih kecil, masih sekitar 14,23 persen. Luas 955 hektar yang sudah tergenangi atau sekitar 24 persen,” jelasnya.

Tri mengatakan, skenario yang dihitung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, waduk tersebut akan mencapai elevasi operasional pada ketinggian 260 meter. “Saat ini baru di ketinggian 221 meter,” tuturnya. (Zul/Gdn)

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!