Sempat Terlilit Utang Rp 40 Miliar Kini Mr Ichitan Sukses dengan Usaha Teh Hijau Jepang

redaksi.co.id - Sempat Terlilit Utang Rp 40 Miliar Kini Mr Ichitan Sukses dengan Usaha Teh Hijau Jepang Di acara 'My Ichitan Moment Media Fam Trip' yang...

30 0

redaksi.co.id – Sempat Terlilit Utang Rp 40 Miliar Kini Mr Ichitan Sukses dengan Usaha Teh Hijau Jepang

Di acara ‘My Ichitan Moment Media Fam Trip’ yang berlangsung 23 hingga 25 November 2015 di Thailand, ia menceritakan kisah hidupnya yang kerap mengalami jatuh bangun selama menjalani berbagai usaha, hingga menjadi orang berpengaruh di Thailand.

Setelah lulus sekolah menengah pertama (SMP), pria yang kerap disapa Mr Ichitan ini bekerja di Ratthane Metro Co Group Sahapatphibon di Bangkok, Thailand. Saat itu ia memulai karirnya menjadi pegawai biasa selama 5 tahun.

Merasa apa yang dikerjakannya tidak sesuai minatnya, setelah menjadi sales supervisor, rupanya Mr Ichitan memutuskan untuk mengundurkan diri dan mendirikan sebuah toko di terminal bus Chonburi, Thailand yang sukses dalam waktu enam bulan.

“Setelah keluar dari pekerjaan itu, awalnya saya menjual koran di usia 21 tahun di Terminal Chonburi, Thailand, sekaligus menjalankan bisnis lain seperti rumah makan,” ucap Mr Ichitan kepada Tribunnews.com, beberapa waktu lalu.

Pria yang kerap menggunakan topi nakhoda kapal itu mengatakan, pada saat krisis ekonomi yang melanda Thailand, ia juga ikut terkena dampaknya. Bahkan, ia harus terlilit utang sebesar 100 juta Bath atau sekitar Rp 40 miliar.

Tidak ingin larut dalam keterpurukan, Mr Ichitan membangun kembali usaha T.Y Marriage Studio Co. Ltd. Sebuah studio foto pernikahan pertama di Soi Thonglor, Thailand, tahun 1993. Ia juga berhasil menyelenggarakan pernikahan untuk 2.000 pasangan pada saat itu.

Bisnis itu pun meningkat dan saat ini studionya sudah memiliki lebih dari 20 cabang di Soi Thonglor. Bisnis studio pernikahan tersebut mulai populer sejak tahun 1999.

Rupanya kesuksesan di dalam bidang studio pernikahan tidak membuat ia puas sampai di situ. Mr Ichitan pun kembali membangun usaha sebuah restoran Jepang hingga minuman teh hijau asli Jepang pada tahun 2010.

“Generasi sekarang, sebaiknya carilah uang dan tabunglah uang sebanyak-banyaknya. Gunakanlah uang untuk mencari ide,” kata ayah dua anak ini.

Teh hijau yang dikenal dengan sebutan Ichitan tersebut rupanya harus kembali mendapatkan musibah, lantaran banjir besar yang menimpa Thailand pada tahun 2010. Mr Ichitan memang sempat terpukul melihat kondisi pabrik yang baru ia bangun harus tutup karena terendam banjir.

“Pada saat banjir tersebut, saya tidak diam saja. Saya ikut membantu dan menyumbangkan sisa keuntungan yang saya punya untuk warga terkena musibah banjir tersebut,” katanya.

Ia tidak mau larut dalam kesedihan. Pada tahun 2011, ia kembali membangkitkan pabrik Teh Ichitan tersebut dengan konsep Green Factory dalam waktu 10 bulan.

“Karena saya percaya kalau kita tanam kebaikan, kita akan berbalik mendapatkan kebaikan buat kita. Misalnya saat terjadi banjir besar tahun 2010 lalu, saya tidak menyerah. Lalu, setelah banjir itu, penjualan Ichitan meningkat,” katanya.

Pria berusia 56 tahun ini juga menceritakan, apa yang ia lakukan saat ini merupakan berkat terinspirasi dari sosok orang-orang yang ia kagumi.

“Yang paling menginspirasi saya adalah kedua orangtua dan Raja Thailand. Selain itu, saya juga terinspirasi dari mantan bos di kantor saya dulu, yang punya perusahaan mie tetapi hanya lulusan kelas 4 SD,” tutur Mr Ichitan.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!