Semen Padang Terancam Jadi Musafir

redaksi.co.id - Semen Padang Terancam Jadi Musafir Semen Padang terancam tidak bisa menggelar pertandingan kandang semi-final Piala Jenderal Sudirman pada awal tahun depan, mengingat kondisi Stadion...

15 0

redaksi.co.id – Semen Padang Terancam Jadi Musafir

Semen Padang terancam tidak bisa menggelar pertandingan kandang semi-final Piala Jenderal Sudirman pada awal tahun depan, mengingat kondisi Stadion H Agus Salim yang tak ideal, serta kerja sama dengan pengelola belum diperbaharui.

Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Daconi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan Dispora Kota Padang sebagai pengelola stadion.

Mereka juga menjalin komunikasi dengan Mahaka Sports & Entertainment terkait kondisi tersebut, dan menyiapkan stadion alternatif.

Harapannya tentu saja tetap main di Padang. Mudah-mudahan bisa kerjasama lagi, apakah melalui pembaharuan kontrak kerjasama, atau dengan status sewa untuk per pertandingan, ungkap Daconi kepada Goal Indonesia.

Kita akan tetap berkoordinasi dengan pihak Mahaka selaku operator turnamen soal stadion alternatif ini. Tapi sejauh ini kami belum bicarakan hal itu dengan Mahaka.

Prinsipnya kami masih berharap bisa main di Padang. Masyarakat bola di Sumbar dan fans tim tentunya juga sudah sangat rindu melihat Semen Padang memainkan pertandingan di kandang sendiri.

Terlepas dari permasalahan stadion, Daconi merasa senang dengan keberhasilan Kabau Sirah menembus semi-final. Menurut, pemain telah berjuang dengan maksimal, serta adanya peningkatan performa tim.

Daconi juga memberikan kritikan kepada striker James Koko Lomell yang tidak terlalu produktif.

Tentunya hasil ini menggembirakan kita semua. Sepanjang babak delapan besar anak-anak tampil solid, kompak, dan tak cepat puas. Mereka selalu menunjukan daya juang yang tinggi. Saya kira semi-final hasil yang pantas buat tim ini, tutur Daconi.

Lini depan sudah mulai bagus di empat laga terakhir, tapi saya berharap, khususnya Lomel, bisa meningkatkan ketajamannya lagi, ucap pria asal Lampung yang juga menjabat kepala departemen pabrik PT Semen Padang itu.

Hanya saja, Daconi menyayangkan Semen Padang kebobolan dua gol di menit-menit akhir pertandingan saat melawan Persija Jakarta, sehingga keunggulan tak bisa dipertahankan.

Saya kira ini PR [pekerjaan ruman] bagi tim pelatih, karena dalam beberapa pertandingan kita selalu kebobolan di menit-menit akhir, kata Daconi. (gk-33)

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!