Khawatir Akidah Muslim Rusak, Sultan Brunei Larang Perayaan Natal

redaksi.co.id - Khawatir Akidah Muslim Rusak, Sultan Brunei Larang Perayaan Natal Dikhawatirkan merusak akidah muslim, perayaan Natal akhirnya dilarang oleh Sultan Hassanal Bolkiah untuk dirayakan di...

9 0

redaksi.co.id – Khawatir Akidah Muslim Rusak, Sultan Brunei Larang Perayaan Natal

Dikhawatirkan merusak akidah muslim, perayaan Natal akhirnya dilarang oleh Sultan Hassanal Bolkiah untuk dirayakan di ranah publik Brunei.

Larangan itu termasuk memasang dekorasi Natal dan menyanyikan lagu-lagu Natal.

Dalam sebuah pernyataan dari Kementerian Agama Brunei, dikatakan langkah tersebut diambil untuk mengendalikan perayaan Natal, yang kerap dilakukan secara terbuka dan berlebihan.

“Hal itu dapat merusak akidah komunitas muslim,” demikian isi pernyataannya, dikutip Telegraph.

Ditambahkan pula, warga non-Muslim di negara berpenduduk 65 persen muslim itu boleh merayakan Natal, namun dilakukan hanya di lingkungan komunitasnya dan atas izin otoritas setempat.

Larangan ini diberlakukan di bawah UU baru dan dikatakan The Independent, bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 273 juta dan hukuman penjara lima tahun.

Dikatakan larangan tersebut datang dari gagasan sejumlah imam setempat, yang mengatakan bahwa perayaan Natal dapat merusak akidah muslim.

“Selama perayaan Natal ini, muslim (Brunei) kerap mengikutinya,” demikian kelompok imam itu mengatakan, dikutip Borneo Bulletin.

“Seperti menggunakan salib, menyalakan lilin, membuat pohon Natal, menyanyikan lagu-lagu Natal, mengucapkan salam Natal, memasang dekorasi Natal, dan melakukan apapun terkait kepercayaan yang merayakannya, padahal itu sangat berlawanan dengan kepercayaan muslim.”

Sebelumnya, Brunei sudah pernah memberlakukan larangan perayaan Natal itu pada 2014 lalu, bertepatan ketika negara itu memberlakukan metode hukuman rajam dan amputasi. (The Independent/Telegraph)

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!