Foto Pramugari Cantik Berjilbab Maskapai Syariah Pertama di Dunia

redaksi.co.id - Foto Pramugari Cantik Berjilbab Maskapai Syariah Pertama di Dunia Maskapai penerbangan berbasis syariah pertama kalinya diluncurkan di Malaysia bahkan di dunia.Maskapai penerbangan yang menamakan...

115 0

redaksi.co.id – Foto Pramugari Cantik Berjilbab Maskapai Syariah Pertama di Dunia

Maskapai penerbangan berbasis syariah pertama kalinya diluncurkan di Malaysia bahkan di dunia.

Maskapai penerbangan yang menamakan dirinya Rayani Air ini terbang perdana Minggu kemarin.

Disebut maskapai syariah karena mengikuti prinsip-prinsip hukum Islam yang melarang minuman alkohol di atas pesawat, menyediakan hanya makanan halal dan pramugari/kru pesawat yang menggunakan jilbab.

Sejumlah foto-foto yang dirilis media lokal Malaysia memperlihatkan perempuan Melayu tampil cantik dengan busana jilbab.

Mereka adalah pramugari pesawat yang umumnya menggunakan pakaian berwarna hijau.

Sumber: Instagram @sincerelyserra

Rayani Air terbang perdana dari ibukota Kuala Lumpur ke Langkawi, sebuah tujuan wisata populer di Malaysia.

Uniknya sebelum lepas landas untuk terbang, kru pesawat mengajak seluruh penumpang untuk berdoa.

Sumber: Instagram @malaysiaairports

Jaafar Zamhari, Managing Director Rayani Air, menegaskan bahwa alkohol akan dilarang pada semua penerbangan Rayani Air dan kemungkinan penumpang tidak boleh berpakain ketat.

“Ini adalah wajib bagi wanita Muslim awak kabin kami untuk mengenakan jilbab dan untuk non-Muslim untuk mengenakan seragam yang layak”, kata Mr Zamhari seperti dikutip media lokal Astro Awani.

Sumber: The Telegraph

Rayani Air tidak tersedia untuk menjawab pertanyaan Telegraph Travel mengenai pakaian untuk penumpang non-Muslim, atau apakah makanan ringan non-halal yang dibeli sebelum naik pesawat akan diizinkan pada penerbanga atau tidak.

Sumber: Foto/Facebook BBC

Dalam situsnya, Rayani Air mengatakan bahwa pihaknya menyediakan “cemilan gratis untuk ucapan selamat datang termasuk” muffin lezat, jus buah dan kacang.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!